Gubernur Khofifah Positif Corona Tanpa Gejala

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dikabarkan positif terinfeksi corona (Covid-19). Kabar tersebut disampaikan melalui akun Instagram pribadinya @khofifah.ip pada Sabtu, 2 Januari 2021.

Menurut pengakuan Khofifah, ia dinyatakan mengidap corona usai melakukan swab rutin mingguan. Ia mengatakan, dirinya tak merasakan gejala apapun seperti pasien Covid-19 pada umumnya.

Mantan Mensos tersebut pun saat ini telah melakukan isolasi mandiri. Sementara tugas pemerintahan tetap bisa dikoordinasikan bersama jajaran di bawahnya.

“Segala tugas pemerintahan tetap bisa saya koordinasikan bersama Wagub, Sekda, dan para OPD,” katanya.

Khofifah pun meminta agar didoakan segera sembuh supaya bisa beraktivitas kembali seperti sedia kala untuk memimpin roda pemerintahan di Jatim.

Ia juga tak lupa mengingatkan seluruh masyarakat Jatim agar tetap dan selalu taat dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Kepada seluruh masyarakat Jawa Timur, saya mohon untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Jangan pernah menyepelekan virus ini. Semoga Allah SWT melindungi kita semua dan bangsa Indonesia, Aamiin,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini