Gratiskan Vaksin, DPR Sebut Jokowi Tumbuhkan Optimisme Bangsa Indonesia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Keputusan Presiden Jokowi menggratiskan vaksin Covid19 dinilai menumbuhkan optimisme bangsa Indonesia untuk bangkit dari kondisi sulit sekarang.

Hal itu diungkapkan anggota DPR RI Junimart Girsanriaubook.com)g di Jakarta, Kamis 17 Desember 2020.

“Keputusan presiden tersebut menjadi kabar baik,” kata praktisi hukum tersebut.

Vaksinasi gratis untuk rakyat, harus menjadi prioritas. Hal itu merupakan bentuk tanggung jawab dan bukti negara selalu hadir menjamin keselamatan rakyatnya. Apalagi dampak pandemi Covid19 semakin memberatkan semua lapisan masyarakat.

Meski pemerintah akan menanggung biaya yang sangat besar, namun Junimart menilai masih sanggup dipikul negara.

Sebelumnya, pemerintah telah mengalokasikan anggaran pengadaan vaksin senilai Rp 18 triliun di APBN 2021.

Selain itu ada anggaran program vaksinasi Rp 3,7 triliun dan pengadaan sarana serta prasarana penunjang senilai Rp 1,3 triliun.

Apalagi, masih ada ruang tambahan dana hingga Rp 10 triliun sehingga total anggaran untuk Covid19 bisa mencapai Rp 33 triliun.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Langkah Koordinatif Ditempuh Untuk Jaga Stabilitas Rupiah

*) Oleh: Dinda ParamitaNilai tukar rupiah selalu menjadi salah satu indikator yang paling sensitif terhadapperubahan kondisi ekonomi global. Ketika ketidakpastian meningkat akibat gejolakgeopolitik, kebijakan moneter negara maju, maupun pergeseran arus modal internasional, tekanan terhadap mata uang negara berkembang hampir tidakterhindarkan. Dalam konteks tersebut, langkah cepat dan terkoordinasi yang dilakukan pemerintah bersama otoritas ekonomi menjadi faktor penting untuk menjagastabilitas dan membangun kepercayaan pasar. Karena itu, berbagai kebijakan yang saat ini ditempuh menunjukkan bahwa Indonesia tidak tinggal diam menghadapitantangan eksternal yang terus berkembang.Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwapemerintah telah mengidentifikasi tekanan utama terhadap rupiah berasal daridinamika aliran modal global. Pelemahan nilai tukar bukan semata-mata dipengaruhifaktor domestik, melainkan juga merupakan konsekuensi dari perubahan perilakuinvestor internasional yang cenderung mencari instrumen yang dianggap lebih amandi tengah ketidakpastian dunia. Oleh sebab itu, kesepakatan koordinatif antarapemerintah, Bank Indonesia, dan Kementerian Keuangan untuk meredam capital outflow menjadi langkah tepat. Sinergi antarlembaga menjadi fondasi penting agar respons kebijakan berjalan efektif dan tidak bergerak sendiri-sendiri.Koordinasi tersebut mencerminkan kematangan tata kelola ekonomi nasional dalammenghadapi tekanan pasar. Pengalaman berbagai krisis sebelumnya menunjukkanbahwa stabilitas ekonomi tidak dapat dijaga hanya dengan satu instrumen kebijakan. Dibutuhkan harmonisasi antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan agar mampu menciptakan efek penguatan yang saling melengkapi. Dalam situasi saat ini, langkah pemerintah memperkuat koordinasi justru mengirimkan sinyal positif bahwapengambil kebijakan memiliki kesamaan pandangan dalam menjaga stabilitasekonomi nasional.Di sisi lain, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa arusmasuk dana asing mulai terlihat di pasar domestik. Indikasi tersebut menjadi kabarbaik karena menunjukkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih memilikidaya tarik di mata investor...
- Advertisement -

Baca berita yang ini