Giroud Masih Betah di Chelsea

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Striker asal Prancis, Olivier Giroud, akhirnya membuktikan tidak bisa meninggalkan Chelsea. Di tengah isu akan dilepas The Blues, Giroud ternyata memperpanjang kontrak di salah satu klub London tersebut.

“Dia memiliki kualitas hebat untuk membantu tim baik di dalam maupun di luar lapangan, tidak hanya bakatnya tetapi juga dengan teladan yang dia tunjukkan setiap hari,” ujar manajer Klub Frank Lampard, Kamis 21 Mei 2020.

Hal tersebut menurut Lampard bisa ditularkan kepada anggota tim yang lebih muda. Maka Lampard tak bisa menyembunyikan kegembiraannya atas putusan Giroud itu.

Menurut Lampard prestasi menonjol Giroud terlihat saat striker lainnya dari Chelsea, Tammy Abraham cidera.

Pemain 33 tahun itu hingga kini telah mencetak tiga gol dari 13 pertandingan di semua kompetisi musim ini.

Prestasi terakhir Chelsea adalah pada Mei 2019 berhasil memboyong Piala Eropa ke Fulham, London.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini