Giliran Singapura! Inflasi Ekonomi Tembus 7,5 Persen, Tertinggi Sejak 14 Tahun Terakhir

Baca Juga

MATA INDONESIA, SINGAPURA  – Inflasi Singapura mendekati level tertinggi sejak 14 tahun terakhir. Hal ini mengakibatkan pemerintah Singapura mulai melakukan pengetatan di beberapa sektor.

Otoritas Moneter Singapura dan Kementerian Perdagangan dan Industri menyatakan inflasi inti Singapura, tidak termasuk transportasi pribadi dan akomodasi,naik 5,1 persen pada Agustus dari tahun sebelumnya.

Melansir dari Bloomberg, inflasi utama meningkat menjadi 7,5 persen dari 7 persen di bulan Juli 2022. Para pejabat Singapura mengakui bahwa pertumbuhan harga akan tetap tinggi hingga tahun 2023.

Bank sentral Singapura, tampaknya akan semakin memperketat kebijakan mengenai ekonomi dan keuangan di Singapura. Apalagi mereka yang menggunakan nilai tukar sebagai alat kebijakan utamanya daripada nilai suku bunga acuan.

Pertumbuhan harga yang masih melonjak telah meningkatkan juga tekanan pada pejabat pemerintah.

Pemerintah lakukan dukungan fiskal 1,5 miliar dolar Singapura pada bulan Juni yang mencakup potongan harga harga utilitas.

Kebijakan ini menekankan dukungan yang ditargetkan untuk rumah rangga paling rentan yang tidak mengambil risiko pengeluaran pemerintah yang berlebihan. Pengeluaran yang berlebihan inilah yang dapat menjadi ancaman yang dapat memperburuk inflasi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Tanpa Kematian Sapi, Kasus PMK di Kulon Progo Berangsur Turun: DPP Beri Obat, Vitamin, dan Siapkan Vaksin 9.200 Dosis

Mata Indonesia, Kulon Progo - Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulon Progo mencatat penurunan jumlah kasus aktif Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi ternak. Meski sempat melonjak pada awal 2026, kondisi terbaru menunjukkan tren membaik.
- Advertisement -

Baca berita yang ini