Gerindra Isyaratkan Jadi Oposisi yang Bantu Jokowi

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Partai Gerindra tampaknya akan membantu Jokowi sebagai oposisi. Hal itu diisyaratkan dari nada bicara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto usai bertemu Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh di Jakarta, Minggu 13 Oktober 2019 malam.

“Di dalam atau di luar, kita bekerja untuk merah putih,” kata Prabowo.

Dia menegaskan partai lebih mengutamakan kepentingan nasional. Hal yang paling penting menurutnya adalah memperkuat, mendukung Indonesia yang kuat untuk kepentingan nasional yang baik, untuk kepentingan rakyat.

Hal senada sepertinya diungkapkan Surya Paloh. Menurut dia apa yang diungkapkan Prabowo adalah hal terbaik bagi Gerindra maupun Indonesia.

Bagi Paloh jika Gerindra memiliki tekad yang sama, tidak menjadi masalah bergabung dengan koalisi pemerintahan saat ini untuk bersama-sama membangun Indonesia.

Sebelumnya, Prabowo sempat menemui Presiden Jokowi membicarakan kemungkinan berkoalisi. Saat itu, Jokowi menyatakan pembicaraan soal itu belum final.

Selain Prabowo, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bamban Yudhoyono juga sempat bertemu Jokowi, namun tidak ada kepastian apapun yang diungkapkan ke publik.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini