Gempa Larantuka NTT, Timbulkan Kerusakan di Selayar Sulsel

Baca Juga

MATA INDONESIA, SELAYAR – Gempa Larantuka justru mengakibatkan kerusakan di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Di Nusa Tenggara Timur (NTT) belum ada laporan kerusakan apalagi korban luka maupun meninggal.

Hal itu diungkapkan Bupati Selayar, Basli Ali seperti dilansir Antaranews, Selasa 14 Desember 2021.

“Banyak bangunan, rumah dan lainnya rusak. Warga juga sudah banyak yang dievakuasi ke dataran tinggi,” ujar Basli.

Menurut Basli, dua kecamatan yang paling terdampak adalah Kecamatan Pasilambena dan Pasimarannu. Namun, dia belum bisa memastikan seberapa besar dampaknya karena jaringan komunikasi terputus.

Sedangkan di NTT, Gubernur Viktor Laiskodat mengaku belum menerima laporan korban manusia maupun kerusakan rumah serta bangunan lainnya.

Gempa berkekuatan 7,5 tersebut menurut catatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) diikuti gempa susulan dengan magnitudo di atas 5.

Kepulauan Selayar berjarak sekitar 292 kilometer di barat laut Larantuka di Flores. Pusat gempa diperkirakan di tengah jarak itu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Menutup Kesenjangan Layanan Kesehatan melalui Koperasi Desa

Oleh: Yandi Arya Adinegara )*Kesenjangan layanan kesehatan antara wilayah perkotaan dan pedesaan masihmenjadi pekerjaan rumah besar dalam pembangunan nasional. Di satu sisi, kota-kota besar menikmati akses rumah sakit modern, tenaga medis memadai, sertadistribusi obat yang relatif lancar. Di sisi lain, banyak desa masih menghadapiketerbatasan fasilitas kesehatan, minimnya ketersediaan obat, hingga rendahnyaketerjangkauan layanan bagi masyarakat.Dalam konteks inilah, langkah pemerintah menghadirkan Koperasi Desa/Kelurahan(Kopdes) Merah Putih sebagai simpul layanan kesehatan sekaligus pusat ekonomidesa patut diapresiasi sebagai terobosan strategis dan relevan dengan kebutuhanzaman.Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih tidakhanya dirancang sebagai penggerak ekonomi lokal, tetapi juga menjadi ujungtombak pelayanan kesehatan masyarakat desa. Setiap koperasi akan dilengkapidengan gerai obat dan klinik kesehatan, sebuah inovasi yang secara langsungmenyasar persoalan klasik: keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah pedesaan. Pernyataan ini bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari desainkebijakan yang terintegrasi lintas sektor.Selama ini, salah satu persoalan mendasar adalah masih adanya warga desa yang belum terjangkau oleh program jaminan kesehatan nasional. Kehadiran klinik desaberbasis koperasi membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan layanankesehatan yang lebih dekat, murah, dan mudah diakses. Ferry Juliantonomenekankan bahwa pemerintah ingin memastikan masyarakat desa memperolehjaminan pelayanan kesehatan yang layak, melalui sinergi antara Kementerian Koperasi, Kementerian Kesehatan, dan BPJS Kesehatan.Langkah kolaboratif ini diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahamanantara Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi dan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito. Kerja sama tersebut tidak hanya bertujuanmemperluas cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional...
- Advertisement -

Baca berita yang ini