Gawat, Milan Terlempar dari Posisi 4 Besar

Baca Juga

MATA INDONESIA, ROMAAC Milan takluk di tangan Lazio. Hasil yang membuat Rossoneri terlempar dari posisi empat besar atau zona Liga Champions.

Berlaga di Stadion Olimpico, Selasa 27 April 2021 dini hari WIB, Milan kalah dengan skor 0-3. Tiga gol Lazio dicetak Joaquin Correa (2) dan Ciro Immobile.

Pelatih Milan, Stefano Pioli kecewa dengan kekalahan timnya. Menurut dia, timnya sebenarnya tampil baik, terutama di babak pertama.

“Kami bermain lebih baik di babak pertama dan punya peluang menyamakan skor. Saya berharap lebih dari tim, karena kami punya kualitas untuk lebih baik lagi. Tapi setelah gol kedua, semuanya jadi sulit,” ujar Pioli, dikutip dari Football Italia, Selasa 27 April 2021.

“Seperti sering terjadi di pertandingan sepak bola, lawan kami tampil lebih baik di momen-momen menentukan,” katanya.

Kekalahan ini membuat Milan terlempar ke peringkat lima dengan mengemas 66 poin. Poin Il Diavolo Rosso sama dengan Napoli dan Juventus di atasnya. Padahal, di awal-awal musim, Zlatan Ibrahimovic dkk. nyaman di puncak klasemen.

“Milan tim kuat dan harus cepat bereaksi, karena kekalahan ini sangat menyakitkan. Ini bukan karena rasa takut, tapi ketika kebobolan cepat lawan Lazio, artinya Anda membiarkan mereka bertahan dan melakukan serangan balik yang menjadi kekuatan mereka,” ungkapnya.

“kami harus lebih baik lagi demi mengakhiri musim dengan bagus, karena kami tak ingin mengakhiri musim dengan rasa kecewa. Ini bukan penampilan yang buruk, tapi kami hanya harus lebih baik lagi dari ini,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Bonus Hari Raya Ojol, Kesejahteraan Bagi Gig Worker

Oleh: Alexander Royce*) Transformasi ekonomi digital Indonesia dalam satu dekade terakhir telah melahirkan jutaanpekerja sektor informal berbasis aplikasi atau gig worker. Di antara mereka, pengemudi ojek online (ojol) menjadi tulang punggung mobilitas dan distribusi barang, terutama di momen-momen krusial seperti Ramadan dan Idulfitri. Tahun ini, kabar mengenai pencairan Bonus Hari Raya (BHR) bagi para pengemudi ojol menjadi angin segar yang tidak hanya berdampak pada kesejahteraan pekerja, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi nasional. Langkah pemerintah memastikan kembali pemberian Bonus Hari Raya bagi pengemuditransportasi daring menunjukkan keberpihakan yang nyata terhadap pekerja sektor informal digital. Kebijakan ini relevan dengan situasi terkini, di mana daya beli masyarakat menjadi salah satu kunci menjaga stabilitas ekonomi menjelang Lebaran 2026. Dengan lebih dari 850 ribupengemudi yang dipastikan menerima bonus tahun ini, dampaknya tidak bisa dipandang sebelahmata. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, memastikan bahwa para pengemudi ojol kembalimendapatkan Bonus Hari...
- Advertisement -

Baca berita yang ini