Gak Kondusif, Siti Aisyah Diamankan ke Jakarta

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Mantan terdakwa kasus pembunuhan Kim Jong-Nam, Siti Aisyah tiba-tiba dijemput petugas Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI untuk tinggal sementara di Jakarta demi alasan keamanan.

Aisyah dijemput oleh tiga staf Kemenlu Rabu 13 Maret 2019 sekitar pukul 21.00 WIB. Ketiganya ditemani lima anggota kepolisian bersenjata dan Satuan Lalu Lintas Polres Serang Kota.

Mereka menjemput Siti di Kampung Ranca Sumur, Desa Sindangsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten.

“Sampai kapan belum tahu yah. Menurut staf Kemenlu dengan waktu yang tidak ditentukan,” kata Kapolres Serang Kota AKBP Firman Afandi.

Firman hanya menyatakan Siti tinggal di Jakarta hingga keadaan kondusif. Namun tidak diungkap kondisi apa yang sedang dihadapi Aisyah.

Siti dibebaskan melalui putusan persidangan di Pengadilan Tinggi Shah Alam Malaysia, Senin 11 Maret 2019. Pemerintah Indonesia langsung membawanya ke tanah air pascaputusan tersebut.

Namun warga Vietnam bernama Doan Thi Huong yang juga didakwa melakukan pembunuhan adik tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un itu tidak dibebaskan pengadilan Malaysia.

Kini dia menjadi satu-satunya terdakwa untuk kasus tersebut. Doan dalam tangisnya ingin dibebaskan seperti Siti.

Berita Terbaru

Langkah Cepat Pemerintah Jaga Stabilitas Kelistrikan di Sumatera

Oleh: Kinara Pratiwi )*Respons cepat pemerintah dalam menangani gangguan sistem kelistrikandi Sumatera menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga stabilitaspasokan energi nasional. Gangguan pada jaringan transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai di Jambi yang berdampak pada sejumlahwilayah di Pulau Sumatera langsung direspons melalui koordinasi lintassektor antara pemerintah, PT PLN (Persero), dan berbagai pemangkukepentingan. Langkah cepat PT PLN menjadi bukti bahwa pemerintah menempatkankeandalan pasokan listrik sebagai prioritas strategis demi memastikanaktivitas masyarakat dan roda perekonomian tetap terjaga.Sejak gangguan terdeteksi, pemerintah bergerak sigap denganmemastikan proses pemulihan dilakukan secara terukur dan terkoordinasi. PT PLN sebagai operator utama sistem kelistrikan nasional langsungmengerahkan personel teknis untuk melakukan asesmen menyeluruh, memulihkan jaringan transmisi, mengaktifkan gardu induk, sertamenyalakan kembali pembangkit secara bertahap. Upaya inimenunjukkan kesiapan sistem respons nasional dalam menghadapigangguan berskala besar.Direktur Utama, Darmawan Prasodjo, menyampaikan permohonan maafkepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi. Ia menjelaskanbahwa sejak awal kejadian seluruh personel PLN langsung bergerakmelakukan pemulihan sistem secara simultan di berbagai titik terdampak. Menurutnya, indikasi awal menunjukkan gangguan berasal dari sistemtransmisi di jalur Muara Bungo–Sungai Rumbai yang dipengaruhi kondisicuaca, kemudian memicu efek berantai pada sistem kelistrikan Sumatera.Penjelasan Darmawan tersebut menunjukkan bahwa penanganandilakukan secara berbasis data dan analisis teknis yang akurat. Pemerintah melalui koordinasi intensif dengan PLN memastikan bahwasetiap tahapan pemulihan tidak hanya berorientasi pada kecepatan, tetapijuga mengedepankan keamanan sistem agar proses normalisasiberlangsung stabil dan tidak menimbulkan gangguan lanjutan.Hasil dari kerja cepat tersebut terlihat dari progres pemulihan yang berjalan signifikan. Dari total jutaan pelanggan yang terdampak, sebagianbesar telah kembali menikmati aliran listrik. Beban sistem yang berhasildipulihkan juga terus meningkat hingga mendekati kondisi normal. Seluruhgardu induk terdampak pun telah berhasil dioperasikan kembali. Capaianini menjadi indikator nyata bahwa sistem respons pemerintah berjalanefektif dan mampu meminimalkan dampak gangguan secara cepat.Keberhasilan menangani masalah listrik ini tidak lepas dari mobilisasisumber daya yang terencana. Ratusan personel diterjunkan ke lapangandan bekerja tanpa henti di sejumlah wilayah terdampak, mulai dari Jambi, Sumatra Barat,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini