Gak Asik, Aksi Mahasiswa di DPR Jadi Anarkis Malam Ini

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Mahasiswa yang melakukan aksi damai di DPR RI di siang hari berubah menjadi anarkis karena tidak mau membubarkan diri saat batas waktunya, maghrib. Mereka mulai melakukan pengrusakan fasilitas umum yaitu membakar pos polisi dekat Hotel Mulia dan sejumlah sepeda motor.

Aksi pembakaran itu dilakukan pada pukul 19.30 WIB. Asap langsung membubung dari bangunan pos polisi naas yang dibangun dengan uang rakyat tersebut.

Masih belum puas, mereka meneruskan aksi vandalismenya dengan merusak lampu lalu lintas serta pembatas jalan portabel berwarna merah.

Aparat gabungan TNI-Polri juga masih berjaga di Jalan Gelora, Senayan belakang Gedung DPR/MPR.

Semakin gelap perilaku mereka semakin anarkis dan menantang-nantang petugas keamanan yang sedang berjaga-jaga untuk membubarkan mereka.

Alasan mereka melakukan pengrusakan karena tidak ditemui Ketua DPR Bambang Soesatyo untuk beraudiensi, padahal sebelumnya mereka dipersilakan mengirimkan perwakilannya untuk mendiskusikan tuntutannya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini