Fraksi PKB: Dukung Pilkada Serentak 2024 Supaya Pemerintah Fokus Tangani Pandemi Covid-19

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Anggota Komisi II Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Luqman Hakim menegaskan bahwa untuk dua tahun ke depan pemerintah harus fokus untuk mengatasi pandemi serta dampaknya. Maka, ia mendukung jika pilkada serentak 2024 digelar bersamaan dengan pileg dan pilpres.

“Sampai sekitar dua tahun ke depan, menurut saya kita masih harus fokus pada penanganan pandemi Covid dan masalah ekonomi yang ditimbulkannya. Dengan skema Pilkada serentak nasional tahun 2024. Situasi politik nasional akan lebih kondusif dan anggaran negara dapat difokuskan untuk memulihkan ekonomi, mengatasi pengangguran dan kemiskinan yang melonjak karena pandemi Covid,” kata Luqman.

Luqman juga menegaskan bahwa penyelenggaraan Pilkada serentak nasional termasuk DKI Jakarta mengacu pada skema UU Nomor 10/2016.

“Terkait pelaksanaan Pilkada serentak nasional termasuk DKI menurut saya harus tetap menggunakan skema UU Nomor 10/2016 yaitu Pilkada serentak nasional dilakukan di tahun 2024,” kata Luqman.

Anggota Komisi II DPR ini juga menilai bahwa momentum yang dilakukan pada tahun 2024 mendatang itu, bertujuan untuk  menghemat anggaran. Maka, sudah sepatutnya hal ini dijadikan pertimbangan penting.

“Diantara pertimbangan menetapkan Pilkada serentak 2024 ini adalah untuk efisiensi anggaran juga. Juga sebagai upaya menciptakan kehidupan politik nasional yang stabil,” kata Luqman.

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini