Forum G20 Berperan Percepat Transformasi Digital

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Peneliti dari Institute for Development of Economic and Finance (INDEF), Nailul Huda mengatakan manfaat transformasi digital dianggap hanya dinikmati oleh segelintir kalangan, termasuk di Indonesia.

Salah satu indikatornya, menurut Nailul Huda, pemanfaatan ekonomi digital yang masih dinikmati oleh masyarakat di Pulau Jawa.

Selain itu, peringkat indeks inklusivitas internet Indonesia juga masih berada di bawah negara-negara tetangga. Peringkat Indonesia hanya 66 secara global, atau kelima di Asia Tenggara.

“Inklusivitas digital juga masih timpang untuk masyarakat marginal seperti masyarakat disabilitas. Hanya sembilan persen masyarakat penyandang disabilitas yang bisa mengakses internet. Kemudian, akses perempuan ke internet dan akses layanan ekonomi digital juga masih relatif rendah,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata Huda, dalam forum G20, Indonesia yang bertindak sebagai presidensi tahun ini, bisa mendorong peran dari negara maju untuk membantu inklusivitas di negara-negara berkembang.

“Negara maju selama ini hanya menikmati “jualan” layanan internet di negara berkembang. Mereka menjual layanan cloud hingga video streaming, tapi masih kecil perannya untuk memperkecil ketimpangan digital di negara berkembang,” katanya

Menurut Huda, forum G20 menjadi sangat penting untuk mencari solusi di dalam rangka mempersempit kesenjangan digital agar tidak menjadi lebih buruk dan menciptakan ketimpangan yang semakin parah.

Sementara itu, untuk memperkuat peran Indonesia dalam Presidensi G20, Universitas Indonesia (UI) menyelenggarakan konferensi internasional yang bertujuan sebagai forum pertukaran ide.

Konferensi internasional ini diadakan secara hybrid dan mempertemukan para ilmuwan dan pemangku kebijakan untuk bersama-sama merumuskan policy brief dalam Presidensi G20 2022, Rabu (15/6/2022) dan kamis (16/6/2022) lalu.

Salah satu isu yang menjadi pembahasan dalam diskusi panel ini adalah transformasi digital dan ekonomi. Kebutuhan untuk memaksimalkan potensi ekonomi digital mendorong perlunya pemahaman lebih lanjut dan mendalam akan masalah digitalisasi ini dalam G20.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini