Fahri Hamzah Sarankan Negara Ajak Pemuka Agama Galang Solidaritas Lawan Covid19

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Dalam situasi sangat sulit sekarang, kita tidak boleh kalah. Negara perlu berbicara kepada para pemuka agama seperti ulama Islam, pendeta kristen, pastor katolik, biksu Agama Budha maupun pedanda Agama Hindu serta tokoh masyarakat lainnya untuk menggalang solidaritas bangsa lawan Covid19.

Pernyataan itu berasal dari politisi Partai Gelora, Fahri Hamzah yang mengharapkan para tokoh agama dan masyarakat tidak salah paham dengan langkah menangani pandemi sekarang ini.

“Agar dari mereka muncul pencerahan kepada seluruh warga dan ummat. Jangan biarkan tokoh2 ini salah paham. Ini waktu menggalang solidaritas,” ujar Fahri yang dikutip Rabu 7 Juli 2021.

Dia mengingatkan, virus Corona atau SARS-Cov-2 tidak boleh menang, justru kita bangsa Indonesia yang harus memenangkan pertempuran ini.

Karena itu kita perlu terus menggalang persatuan. Fahri mengingatkan kita jangan mau diadu domba alghoritma media sosial yang memang menghendaki begitu.

Meski warga dunia menilai Indonesia sekarang dalam keadaan kritis dan perlu bantuan negara lain, namun Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Luhut Binsar Panjaitan pemerintah masih sanggup mengatasi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini