Fadjroel: Hapus Radikalisme dengan Pancasila dan UUD 1945

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Bahaya paham radikalisme dan intoleransi yang menyusup dari elit pemerintah hingga lapisan masyarakat harus menjadi perhatian serius. Maka eksistensi Pancasila dalam UUD 1945 harus lebih tegas agar bisa menjadi dasar kuat menghilangkan paham tersebut.

Hal tersebut diungkapkan mantan aktivis Fadjroel Rachman yang kini menjabat Komisaris Utama PT Adhi Karya.

Menurutnya, saat ini eksistensi Pancasila terus diperdebatkan sehingga membuka peluang untuk paham radikalisme dan intoleransi di Indonesia.

“Untuk melawan gerakan radikalisme ini, dibutuhkan pendekatan luar biasa. Presiden Jokowi harus tampil di depan membubarkan dan melawan bibit radikalisme yang ingin menghacurkan Indonesia,” ujarnya saat berbicara di seminar soal membersihkan BUMN dari paham radikalisme dan korupsi, di Jakarta.

Menurut Fadjroel, langkah pemerintah membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sudah tepat, namun masih lemah karena alat pembubarannya hanya peraturan presiden.

Dia mengusulkan pembubaran organisasi massa terlarang seperti HTI harus menggunakan produk hukum tertinggi seperti ketetapan MPR atau konstitusi.

Jika dibubarkan berdasarkan undang-undang yang ada, pengurusnya bisa melakukan aktivitas lagi menggunakan nama lain.

Krisantus de Rosari Binsasi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG: Perang Serius Melawan Stunting

Oleh: Bara Winatha*) Upaya meningkatkan kualitas gizi anak menjadi bagian penting dari pembangunan manusiadi Indonesia, dan pendekatan yang semakin komprehensif kini diperkuat melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhangizi anak sekolah, tetapi juga dirancang sebagai strategi nasional untuk mendorong lahirnyagenerasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif. Melalui penyediaan makanan bergizi secaraterstruktur di lingkungan sekolah, MBG membantu memastikan anak-anak memperolehasupan nutrisi yang mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kemampuanbelajar yang optimal. Anggota Komisi IX DPR RI, Mariana mengatakan bahwa program MBG...
- Advertisement -

Baca berita yang ini