Erupsi Gunung Merapi Tak Pengaruhi Tingkat Okupansi Hotel di Kota Jogja

Baca Juga

Mata Indonesia, Yogyakarta – Erupsi Gunung Merapi yang terjadi sejak Sabtu (11/3/2023) menyebabkan beberapa wilayah di DIY dan Jawa Tengah terdampak hujan abu vulkanik.

Terjadinya abu vulkanik berpotensi mengganggu wisatawan yang datang ke DIY. Kendati begitu, Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono mengatakan erupsi Merapi tak mempengaruhi kedatangan wisatawan.

“Sejauh ini situasinya masih aman. Tak ada penundaan atau sampai membatalkan reservasi di tingkat okupansi hotel, meskipun di Sleman ada sedikit dampak erupsi,” kata Deddy, Sabtu 18 Maret 2023.

Bukannya menghindari erupsi, wisatawan, kata Deddy justru banyak yang mencari hotel-hotel. Hal itu juga sejalan dengan meningkatnya tingkat okupansi hotel di Sleman.

“Tanggal 11 Maret malah ada kenaikan 5 persen (okupansi hotel). Itu banyak tamu yang berniat melihat aktivitas Gunung Merapi.

Kekhawatiran wisatawan yang akan datang ke Jogja juga ditenangkan oleh Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo. Destinasi wisata di DIY cukup aman dikunjungi.

Agar tetap mengikuti arahan dari BPBD dan BPPTKG, destinasi wisata di lereng Gunung Merapi tetap dibatasi. Hal itu menanggulangi potensi adanya korban.

“Kami meminta pengelola destinasi wisata di lereng Merapi agar waspada. Jika ada yang membahayakan dapat dilakukan dengan menjauh dari lokasi tanpa perlu diberitahu,” terang Singgih.

Gunung Merapi, dilaporkan erupsi pada Sabtu (11/3/2023) pukul 12.12 WIB. Jarak luncur awan panas guguran diprediksi sejauh 7 kilometer. Maka dari itu masyarakat di lereng Merapi diminta menjauh dan tak beraktivitas di jarak tersebut.

Hingga kini beberapa erupsi kecil masih terpantau di sekitar puncak Merapi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini