Era Jokowi, Digitalisasi Sekolah Menjangkau Wilayah Terluar Indonesia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menegaskan bahwa daerah tertinggal, terluar dan terdepan akan menjadi prioritas untuk menerapkan digitalisasi sekolah. Hal ini sebagai bentuk pemerataan akses antara wilayah tertinggal dengan kota.

“Mereka yang benar-benar butuh pemerataan tersebut, butuh akses internet yang berimbang sama seperti di kota. Pemerataan ini terus diupayakan pemerintah,” kata Nadiem, Kamis 11 Februari 2021.

Nadiem memastikan pemanfaatkan bantuan alat teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dari Kemendikbud sampai dan dimanfaatkan oleh para guru dan siswa.

“Saya senang mendengar bahwa peralatan TIK yang disalurkan bermanfaat bagi para guru dan siswa. Saya senang diminta lebih banyak lagi. Itu artinya digunakan,” kata Nadiem.

Maka ia menekankan bahwa pemanfaatan teknologi harus dikedepankan untuk mengasah dan mengembangkan kemampuan anak didik.

“Tadi saya tanya ada yang memanfaatkan laptop untuk menulis laporan. Saya senang sekali karena salah satu fungsi kenapa laptop itu disediakan adalah untuk mengasah kemampuan anak-anak dalam belajar menulis,” kata Nadiem.

Sementara itu Nadiem juga mengingatkan, bantuan tersebut masih belum sesuai dengan jumlah murid yang ada mengingat sekolah lain juga membutuhkan.

“Tapi di tahun-tahun ke depan kita akan terus mengakselerasi bantuan TIK ini,” kata Nadiem.

Adapun hal ini disampaikan Nadiem Makarim saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sorong dan Kota Sorong, Papua Barat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Program AMANAH Kembangkan SDM Muda Kelola Potensi Kekayaan Aceh

Program Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat (AMANAH) mampu mengembangkan kualitas sumber daya manusia (SDM) muda di Tanah Rencong...
- Advertisement -

Baca berita yang ini