Endemi Covid-19 di Indonesia Tercapai Jika Pemerintah dan Masyarakat Bersatu

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Varian omicron diharapkan menjadi yang terakhir bermutasi.

Dengan demikian tidak muncul varian baru lagi.

Ditambah sinergi yang baik pemerintah dan masyarakat diyakini akan membuat Indonesia memasuki tahap endemi Covid-19.

“Omicron ini mutasinya banyak banget dan sifatnya amat sangat mudah menyebar maka kita tidak menduga tidak berharap bahwa akan ada mutasi virus lagi yang lebih kejam dari Omicron,” ujar Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof Zubairi Djoerban yang dikutip Jumat 18 Maret 2022.

Jika hal itu bisa dilakukan, dia yakin Indonesia akan memasuki fase tahun ini juga setidaknya tiga bulan dari sekarang.

Endemi adalah situasi kasus Covid-19 masih ada tetapi jumlahnya sangat rendah, begitu juga dengan angka kematiannya.

Jika sudah masuk tahap endemi, Zubairi mengharapkan selesai penularan tersebut dan tidak ada pandemi lagi.

Tetapi semua itu bisa terjadi jika pemerintah dan terutama masyarakat bersatu-padu menghadapinya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini