Empat Hari Jelang Akhir Tahun Presiden Jokowi Lakukan Kunjungan Kerja di Bali dan Sultra

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Empat hari menjelang akhir tahun, Presiden Jokowi masih bekerja dan kali ini di dua provinsi sekaligus yaitu Bali dan Sulawesi Tenggara (Sultra).

Presiden bersama rombongan menggunakan pesawat kepresidenan, Senin 27 Desember 2021 pagi terbang ke Bali untuk meletakkan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Internasional Bali di Denpasar.

Setelah itu, Presiden Jokowi akan terbang ke Sulawesi Tenggara untuk melihat pabrik pembuatan besi.

Di provinsi tersebut presiden juga dijadwalkan meresmikan smelter nikel yang sebelum ini sering diungkapkan akan dijadikan baterai kendaraan listrik, baik mobil maupun sepeda motor.

Presiden Jokowi dalam berbagai kesempatan selalu mengungkapkan keinginannya membawa ekonomi Indonesia menjadi salah satu yang terkuat di dunia ini.

Lembaga pemeringkat ekonomi negara-negara dunia yang berkantor di London, CEBR, mengeluarkan laporannya bahwa ekonomi Indonesia akan mengalahkan Rusia dan Korea Selatan salah satunya dengan memproses nikel menjadi baterai.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

PP Tunas Buka Era Baru Perlindungan Anak Digital

Oleh: Damar Alamsyah )*Pemerintah resmi memberlakukan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalamPelindungan Anak atau PP Tunas sebagai tonggak penting dalammemperkuat perlindungan anak di ruang digital. Kebijakan PP Tunas menandai perubahan pendekatan negara yang semakin adaptif terhadap tantangan perkembangan teknologi, sekaligusmenegaskan komitmen dalam menjaga generasi muda dari berbagairisiko di dunia maya.Regulasi PP Tunas hadir sebagai jawaban atas meningkatnya intensitaspenggunaan platform digital oleh anak dan remaja. Pemerintahmemandang ruang digital tidak lagi sekadar sarana hiburan, melainkantelah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari yang memerlukanpengaturan serius. Kebijakan negara melalui PP Tunas dirancang untukmemastikan ekosistem digital berjalan secara sehat, aman, dan bertanggung jawab.Anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Kawiyan, menilai bahwakeberhasilan implementasi PP Tunas sangat ditentukan oleh kepatuhanplatform digital. Pandangan Kawiyan menegaskan bahwa seluruhketentuan dalam regulasi tersebut harus dijalankan secara konsisten oleh penyelenggara sistem elektronik agar perlindungan anak dapat terwujudsecara optimal.Kepatuhan platform digital mencakup berbagai aspek penting dalampengelolaan layanan. Kewajiban dalam PP Tunas meliputi klasifikasi usiapengguna, penentuan tingkat risiko layanan, serta pembatasan aksesberdasarkan usia sebagai instrumen perlindungan utama. Tanggungjawab platform...
- Advertisement -

Baca berita yang ini