Eks Kapolsek Kebayoran Baru AKBP Benny Alamsyah Pernah ‘Gituan’ Bareng Vitalia Sesha

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kabar pencopotan Kapolsek Kebayoran Baru AKBP Benny Alamsyah menjadi buah bibir. Pencopotannya karena diduga terlibat kasus narkoba.

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Gatot Eddy Pramono pun membenarkan informasi tersebut. Ia mengatakan, pencopotan itu dilakukan beberapa bulan lalu.

Saat ini Benny masih diperiksa oleh Propam Polda Metro Jaya guna mengetahui berapa lama telah mengonsumsi narkoba.

“Makanya saya perintahkan dilakukan pemeriksaan kepada yang bersangkutan kemudian jabatannya dicopot,” ujarnya di Jakarta, Kamis 21 November 2019.

Gatot juga mengungkap bahwa dalam penggeledahan beberapa waktu lalu, polisi menemukan barang bukti empat paket narkoba jenis sabu yang disimpan di ruangan kerja Benny.

Selanjutnya, hasil pemeriksaan urine Benny juga menunjukkan positif penggunaan narkoba jenis sabu. Atas perbuatannya, Benny lalu menjalani sidang pelanggaran kode etik dan dicopot dari jabatannya.

Akan tetapi, soal pelanggaran kode etik tersebut, bukanlah pertama kali bagi Benny. Ia pernah ditegur Tito Karnavian yang saat itu masih menjabat Kapolri di tahun 2015 lalu.

Benny yang kala itu masih menjabat sebagai Kapolsek Pademangan ketahuan berfoto dengan model Vitalia Sesha yang terseret kasus narkoba saat itu. Dalam foto tersebut terlihat keduanya duduk di bangku panjang.

Vitalia duduk dengan posisi tangan diapit di antara kedua pahanya. Sementara Benny duduk di sebelah kanan dengan posisi badan condong ke arah sang model seksi itu. Aksi Benny dianggap melanggar kode etik Polri lantaran fotonya tersebar dan viral di medsos.

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini