Ekonomi Makro Kuat, Indonesia Jadi Pasar Menjanjikan Bisnis Makanan dan Minuman Internasional

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTAIndonesia dinilai menjadi pasar menjanjikan untuk bisnis makanan dan minuman sehingga menarik sejumlah brand food and beverage (F&B) mancanegara.

Hal itu diungkapkan konglomerat dari Singapura Ishaan Group, co founders kelompok usaha Simple Group dalam keterangan resminya Jumat 15 Juli 2022.

Untuk melakukan penetrasi pasar Indonesia, Ishaan mencoba mengadakan pameran waralaba International F&B Growth Conference (IFGC) Indonesia 2022, di Pullman Jakarta Central Park.

IFGC menampilkan 46 brand F&B internasional dari Singapura, Amerika Serikat (AS), Malaysia, Vietnam, dan Indonesia.

“IFGC 2022 digelar di Indonesia mengingat prospek ekonomi makro negara kuat yang didukung kuatnya lanskap konsumen,” kata Ishaan Poddar.

Ajang itu menyatukan stakeholder bidang makanan dan minuman di berbagai negara dalam satu platform untuk membantu pemilik brand memahami dinamika pasar dan mengidentifikasi mitra tepat untuk diajak bekerja sama agar bisa go international.

IFGC Indonesia 2022 menjadi platform bagi pelaku usaha dan investor menggali brand kuliner internasional untuk mengembangkan bisnis waralaba F&B yang menjanjikan di pasar kuliner Indonesia.

Simple Group menyelenggarakan event itu bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, yang bermitra dengan Singapore Global Network, bagian Economic Development Board of Singapore.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini