Ekonomi Indonesia harus Berdasar pada Inovasi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Indonesia saat ini harus mengubah dasar perekonomiannya dari sumber daya alam (SDA) menjadi berdasar pada inovasi. Hal itu diungkapkan oleh Mantan Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro.

“Saya melihat keberadaan SDA kita ini yang menggoda banyak pihak, baik investor dalam negeri maupun luar, dan juga pemerintah untuk memanfaatkan dalam jangka pendek. Itu membuat rasio manufaktur terhadap GDP (pertumbuhan ekonomi) itu turun terus dari mendekati 30 persen sampai 19 persen,” kata Bambang.

Ia mengatakan masyarakat tidak bisa fokus mengembangkan sektor manufaktur karena tergoda oleh sumber daya alam yang melimpah. Karena itu, keberadaan SDA bisa jadi kutukan dan alihalih berkah bagi Indonesia.

“Indonesia tanahnya subur memang bukan hanya cerita. Masalahnya, kita terlalu terbuai dengan kekayaan alam, lupa melakukan sesuatu yaitu inovasi,” katanya.

Menurutnya, Indonesia perlu belajar dari Jepang, Cina, dan Korea Selatan di Asia dan Chili di Amerika Selatan yang berhasil keluar dari perangkap pendapatan menengah (middle income trap).

Ia mengatakan, kemungkinan akan berat bagi Indonesia bersaing di sektor otomotif dan elektronik dengan negara-negara lain.

Namun demikian, menurut Bambang, Indonesia memiliki kualitas manufaktur yang mampu menampung relokasi pabrik di kedua sektor tersebut dari Cina dan Korea Selatan.

Untuk itu, Indonesia perlu mendorong inovasi dan riset agar tidak sekadar menjual SDA bernilai tambah rendah. Setiap komoditas, baik pertanian maupun pertambangan, menurut Bambang, perlu ditingkatkan nilai tambahnya sebelum dijual.

“Misal Indonesia terkenal sebagai eksportir nikel terbesar, kita jangan bangga dengan itu terus menerus. Apa seharusnya kebanggaan itu? Kalau, (kita) jadi salah satu leading produser baterai kendaraan listrik,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Bersinergi Tolak Politik Identitas Dalam Pilkada 2024

Di tengah gemuruh persiapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024, suara-suara yang menolak politik identitas semakin nyaring terdengar. Aksi bersama...
- Advertisement -

Baca berita yang ini