Ekonomi Indonesia di Kuartal IV 2021 Akan Lebih Baik

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTAEkonomi Indonesia kuartal IV 2021 akan lebih baik dari kuartal sebelumnya.

Hal itu diungkapkan ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendi Manilet, Senin 27 Desember 2021.

Yusuf Rendi memperkirakan pertumbuhan ekonomi tersebut bisa mencapai 5-6 persen year on year di kuartal IV.

“Kalau melihat beragam indikator, laju perekonomian kuartal IV memang berpeluang menjadi lebih baik dibandingkan kuartal III tahun ini,” ujar Yusuf.

Keyakinan itu karena Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) dan survei penjualan eceran menunjukkan kondisi yang sangat baik.

IKK pada Oktober 2021 mencapai angka 113 atau lebih dari 100 yang menjadi titik optimisme kepercayaan konsumen melebihi IKK September 2021 yang di angka 95,5 persen.

Sedangkan survei penjualan eceran tumbuh 10,1 persen year on year yang didorong penjualan kelompok bahan bakar kendaraan bermotor dan kelompok makanan, minuman serta tembakau.

Sementara sektor yang tumbuh pada kuartal IV 2021 diperkirakan industri pengolahan yang ditopang permintaan domestik, dan permintaan luar negeri.

Selanjutnya sektor pertambangan juga tetap tumbuh baik karena harga beberapa komoditas masih terus naik.

Pertumbuhan ekonomi 2021 menurut prediksi Yusuf akan berkisar antara 3,6 sampai dengan 4 persen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini