Dukung Jokowi, Bima Arya Sudah Siap Jika Dipecat PAN

Baca Juga

MINEWS, BOGOR – Usai menyatakan sikap mendukung penuh kemenangan Jokowi-Ma’ruf dalam Pilpres 2019 mendatang, Wakil Ketua Umum DPP PAN Bima Arya mengaku sudah siap jika harus dipecat dari partainya.

“Insya Allah saya siap. Prinsip saya right on is my party when it’s right keep it right when it’s wrong make it right,” ujar Bima di Bogor, Jumat 12 April 2019.

Meski menyatakan diri siap dipecat, namun Bima mengaku tak pernah terpikir untuk keluar dari PAN. Bima yang menyebut dirinya ikut mendirikan partai itu mengaku keputusannya sejalan dengan tujuan awal beridirinya PAN, yakni menjunjung tinggi reformasi.

Ia juga sejak awal tak setuju dengan sikap PAN yang mendukung Prabowo-Sandiaga, apalagi karena keduanya berasal dari partai yang sama.

“Saya tak habis pikir kenapa harus seperti itu,” kata Bima.

Ia sengaja baru mendeklarasikan dukungannya pascapurna jabatan sebagai Wali Kota Bogor periode 2014-2019 dengan alasan menghormati Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan dan janjinya untuk netral selama menjabat walikota.


Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini