Dua Warga Sipil Jadi Korban Kekerasan KKB Kodap XVI Yahukimo, Satu Tewas

Baca Juga

MataIndonesia, YAHUKIMO – Dua warga sipil menjadi korban kekerasan di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Dalam dua peristiwa tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia dan satu korban lainnya mengalami luka-luka. Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo menangani kasus tersebut.

Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengatakan penyidik masih mendalami keterlibatan kelompok bersenjata Kodap XVI Yahukimo pimpinan Kopitua Heluka dalam rangkaian kekerasan tersebut.

“Penyidik tengah mendalami keterlibatan kelompok bersenjata Kodap XVI Yahukimo pimpinan Kopitua Heluka dalam rangkaian kekerasan tersebut,” demikian keterangan Yusuf sebagaimana disampaikan dalam informasi yang diberikan.

Selain mendalami keterlibatan kelompok bersenjata, kepolisian juga meluruskan informasi yang beredar di media sosial mengenai identitas korban meninggal dunia. Korban disebut-sebut sebagai anggota intelijen TNI, tetapi informasi tersebut dibantah oleh pihak kepolisian.

Berdasarkan keterangan aparat, korban merupakan warga sipil yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Kepolisian menegaskan bahwa informasi yang menyebut korban sebagai anggota intelijen TNI tidak benar.

Peristiwa ini kembali menyoroti kerentanan masyarakat sipil di Yahukimo di tengah situasi keamanan yang belum sepenuhnya kondusif. Warga yang menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk bekerja dan mencari nafkah, berisiko terdampak konflik yang berlangsung di wilayah tersebut.

Kekerasan terhadap warga sipil juga berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi, mobilitas masyarakat, serta akses terhadap pelayanan publik. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dan aparat keamanan dalam menjaga stabilitas sekaligus memastikan masyarakat tetap dapat beraktivitas dengan aman.

Penanganan kasus ini diharapkan dapat mengungkap secara jelas kronologi kejadian, identitas pelaku, serta motif di balik aksi kekerasan. Proses penyelidikan juga penting untuk memastikan pertanggungjawaban hukum terhadap pihak yang terbukti terlibat.

Aparat keamanan diharapkan terus meningkatkan langkah pencegahan dan perlindungan bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang rawan terjadi gangguan keamanan.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, terutama kabar mengenai identitas korban dan pihak yang diduga terlibat. Penyebaran informasi yang keliru berpotensi memperkeruh situasi di tengah masyarakat.

Perlindungan warga sipil harus menjadi prioritas dalam penanganan konflik di Yahukimo. Pengungkapan kasus secara profesional dan penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku diharapkan dapat memberikan kepastian hukum sekaligus mencegah terulangnya kekerasan serupa.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

KKB OPM Terus Tebar Teror di Papua, Komnas HAM RI Siapkan Langkah Bahas Rentetan Korban Sipil

MataIndonesia, JAYAPURA – Rentetan kekerasan yang merenggut nyawa warga sipil di sejumlah wilayah Papua sepanjang 2026 menjadi perhatian Komisi...
- Advertisement -

Baca berita yang ini