Dua Pesepakbola Ukraina Tewas Gegara Invasi Rusia

Baca Juga

MATA INDONESIA, KYIV – Dua pesepakbola Ukraina tewas saat invasi Rusia ke negara mereka. Kedua pesepakbola itu adalah Vitalii Sapylo dan Dmytro Martynenko.

Kabar duka ini diungkapkan FIFPRO (Asosiasi Sepak Bola Profesional). Sapylo adalah pemain muda klub divisi dua Ukraina, Karpaty Lviv. Dia meninggal saat perang di dekat ibu kota Kyiv.

Sementara itu, Martynenko adalah pesepakbola amatir yang main di klub FC Gostomel. Dia meninggal bersama ibunya ketika apartemennya di bom tentara Rusia.

“Kami semua berduka dan berdoa untuk keluarga, teman-teman, dan rekan setim pesepakbola muda Ukraina Vitalii Sapylo dan Dmytro Martynenko, pesepakbola pertama yang dikabarkan meninggal saat perang. Semoga keduanya beristirahat dengan tenang,” bunyi pernyataan FIFPRO, dikutip dari Express, Rabu 2 Maret 2022.

Sapylo bergabung dengan tentara Ukraina sebagai komandan tank. Klub Karpaty Lviv, mengungkapkan belasungkawa atas kematian pemainnya tersebut.

“Kami akan terus mengingat sang pahlawan ini,” bunyi pernyataan klub.

Sejak menginvasi Ukraina, FIFA dan UEFA menghukum timnas dan klub Rusia tampil di seluruh kompetisi domestik dan internasional.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Negara Membuka Dialog dan Mendengar Aspirasi Mahasiswa

*) Oleh: M. Farhan Akbar Demokrasi yang sehat tidak hanya diukur dari terselenggaranya pemilihan umumyang bebas dan adil, tetapi juga dari kemampuan negara membangun komunikasiyang terbuka dengan masyarakat. Dalam konteks tersebut, mahasiswa memiliki posisistrategis sebagai kelompok intelektual yang kerap menyuarakan kritik, gagasan, sekaligus solusi terhadap berbagai persoalan bangsa. Kehadiran ruang dialog yang setara antara pemerintah dan mahasiswa menjadi indikator penting bahwa demokrasiberjalan secara substantif, bukan sekadar prosedural. Oleh karena itu, komitmenpemerintah untuk terus membuka ruang komunikasi patut dipandang sebagai langkahyang memperkuat kualitas tata kelola pemerintahan sekaligus memperkokohkepercayaan publik.Berbagai capaian pembangunan yang terus diupayakan pemerintah, mulai daripenguatan ketahanan pangan, hilirisasi industri, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, hingga program pemberdayaanekonomi masyarakat, membutuhkan dukungan situasi yang aman dan kondusif. Karena itu, sinergi antara pemerintah, mahasiswa, akademisi, dan masyarakatmenjadi modal penting dalam memastikan setiap kebijakan dapat berjalan secaraoptimal dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh rakyat Indonesia.Lebih lanjut, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa setiap aspirasi memilikinilai yang sama, baik berasal dari akademisi, mahasiswa, maupun masyarakat di daerah terpencil. Pandangan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan tidak dapatdilepaskan dari partisipasi publik yang inklusif. Negara yang kuat bukanlah negara yang menutup diri terhadap kritik, melainkan negara yang mampu mendengarpersoalan, mengakui kekurangan, serta menjadikan masukan masyarakat sebagaidasar penyempurnaan kebijakan. Pendekatan seperti ini mencerminkankepemimpinan yang adaptif karena menempatkan dialog sebagai instrumen untukmenghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.Selanjutnya, keterbukaan pemerintah terhadap aspirasi mahasiswa menunjukkanadanya perubahan paradigma dalam hubungan antara negara dan masyarakat sipil. Mahasiswa tidak lagi diposisikan semata sebagai kelompok penekan, tetapi sebagaimitra strategis dalam proses pembangunan nasional. Melalui komunikasi yang terbuka, berbagai kritik dapat diterjemahkan menjadi bahan evaluasi, sedangkanberbagai gagasan dapat diolah menjadi rekomendasi kebijakan yang konstruktif. Pendekatan kolaboratif seperti ini memperkuat legitimasi kebijakan sekaligusmemperkecil potensi polarisasi yang sering muncul akibat minimnya komunikasiantara pemerintah dan publik.Pandangan tersebut diperkuat oleh Direktur Eksekutif Kata Rakyat, Alwan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini