Dua Pemain Keturunan Jerman Bangga Main dengan Timnas U-19

Baca Juga

MATA INDONESIA, SPLIT – Dua pemain keturunan Jerman, Kelana Mahessa dan Luah Mahessa mengaku bangga bisa melakoni debut bersama timnas Indonesia U-19 saat mengalahkan Hajduk Split 4-0, Selasa 20 Oktober 2020.

Pelatih Shin Tae-yong mengundang Kelana dan Luah untuk mengikuti pemusatan latihan timnas U-19. Keduanya datang ke Kroasia pada Minggu 18 Oktober. Kelana dimainkan sejak menit awal, sementara Luah sebagai pemain pengganti.

Usai laga, Kelana Mahessa mengaku sangat senang menjalani debut bersama Timnas U-19. Ia tidak menyangka akan langsung dimainkan dari menit pertama oleh pelatih Shin Tae-yong.

“Saya senang kami meraih kemenangan atas Hajduk Split. Namun saya belum puas dengan performa saya di lapangan. Untuk itu saya harus terus bekerja keras dan berjuang sehingga bisa mendapat tempat di timnas U-19,” ujar Kelana, di laman resmi PSSI.

Luah Mahessa juga bahagia mendapat kesempatan bermain bersama Timnas U-19. Meski bermain di babak kedua, ia mengaku sangat menikmati berlaga bersama Garuda Muda.

“Saya puas dengan penampilan saya pada pertandingan kali ini. Terima kasih kepada pelatih yang sudah memberikan kesempatan saya bermain. Saya berharap bisa menembus skuat timnas U-19. Tadi kami bermain cepat dan sering melakukan serangan melalui kedua sayap,” ungkap Luah.

Shin Tae-yong memberikan pujian terkait penampilan Kelana dan Luah yang memperkuat klub Jerman, Bonner SC.

“Pada pertandingan tadi, dua pemain baru yakni Kelana Mahessa dan Luah Mahessa saya rasa mereka bermain cukup baik terutama Kelana,” kata Shin Tae-yong.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Perbaikan Irigasi Daerah Dorong Produktivitas Pertaniandan Jaga Pasokan Pangan

Oleh: Silvi Ayuningtiyas )*Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuatketahanan pangan nasional melalui pembangunan dan rehabilitasiinfrastruktur irigasi di berbagai daerah. Langkah ini menjadi bagianpenting dari strategi besar meningkatkan produktivitas pertanian sekaligusmemastikan ketersediaan pangan yang berkelanjutan bagi masyarakat.Salah satu langkah konkret yang tengah dilakukan adalah peningkatandan rehabilitasi jaringan irigasi di Provinsi Bali. Program yang dijalankanKementerian Pekerjaan Umum tersebut merupakan implementasiInstruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang percepatanpembangunan, peningkatan, rehabilitasi, operasi, dan pemeliharaanjaringan irigasi dalam rangka mendukung swasembada pangan.Penanganan jaringan irigasi dilakukan di delapan kabupaten, yakniJembrana, Buleleng, Karangasem, Bangli, Badung, Gianyar, Klungkung, dan Tabanan. Fokus utama program ini adalah meningkatkan keandalanlayanan air bagi lahan pertanian sehingga aktivitas budidaya dapatberlangsung lebih optimal sepanjang tahun.Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwapenguatan infrastruktur irigasi merupakan bagian dari komitmenpemerintah dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan. Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak hanya ditujukan untuk mendukung sektorpertanian, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhanekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.Hasil dari program tersebut mulai terlihat di berbagai wilayah. Di Kabupaten Jembrana, peningkatan kualitas jaringan irigasi berhasilmendorong kenaikan indeks pertanaman dari 150 menjadi 200. Kondisiserupa juga terjadi di Kabupaten Buleleng yang mengalami peningkatanfrekuensi tanam hingga dua kali lipat. Peningkatan tersebut menunjukkanbahwa akses air yang lebih baik mampu memberikan dampak langsungterhadap produktivitas lahan pertanian.Ketersediaan air yang terjamin memberikan kepastian bagi petani dalammenentukan jadwal tanam. Risiko gagal panen akibat kekurangan air dapat ditekan, sementara efisiensi usaha tani menjadi lebih baik. Dampakpositif ini tidak hanya dirasakan oleh petani, tetapi juga memberikankontribusi terhadap stabilitas pasokan pangan di tingkat daerah maupunnasional.Selain melalui rehabilitasi jaringan irigasi konvensional, pemerintah juga memperkuat strategi pengelolaan air melalui program irigasi perpompaan. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai program tersebut menjadisalah satu terobosan penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian, terutama di wilayah lahan kering yang selama ini memiliki keterbatasanakses air.Menurut Amran, pemanfaatan teknologi pompanisasi mampu mengubahpola tanam petani secara signifikan. Lahan yang sebelumnya hanya dapatditanami satu kali dalam setahun berpotensi ditingkatkan menjadi dua hingga tiga kali musim tanam. Kondisi ini membuka peluang peningkatanproduksi tanpa harus bergantung sepenuhnya pada perluasan lahanpertanian baru.Pemerintah pun menyiapkan dukungan anggaran yang besar untukmemperluas implementasi program tersebut. Alokasi dana yang telahdisiapkan diharapkan mampu menjangkau lebih banyak lahan keringproduktif di berbagai wilayah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini