Dua Legenda Italia Kritik Sikap Conte usai Inter Tersingkir

Baca Juga

MATA INDONESIA, MILAN – Dua legenda Italia, Fabio Capello dan Alessandro Costacurta mengkritik sikap Antonio Conte usai Inter Milan tersingkir dari Liga Champions. Conte disebut tak menghormati keduanya.

Conte tampak emosi saat diwawancara televisi Sky Sport Italia usai laga lawan Shakhtar Donetsk yang berakhir imbang tanpa gol. Hasil itu membuat Nerazzurri tersingkir dari Liga Champions dan gagal turun ke Liga Europa.

Dalam sesi wawancara, Conte marah dengan pertanyaan yang diajukan presenter wanita, Anna Billo. Dia bertanya apa bedanya saat Inter mengalahkan Shakhtar 5-0 musim lalu di semifinal Liga Europa sedangkan dua laga di fase grup hasilnya imbang tanpa gol.

“Shakhtar datang ke sini dan taktik mereka bertransformasi demi meredam kami. Mereka pernah kalah 5-0 dan itu sebabnya mereka berubah. Pikir dulu sebelum bertanya,” kata Conte.

Capello juga bertanya pada Conte. “Di laga ini tak tampak determinasi, keinginan kuat untuk memenangkan pertandingan.” Belum selesai Capello bicara, Conte memotong dengan menjawab, “Saya tak punya jawaban untuk itu.”

Capello bertanya lagi apakah Conte punya rencana cadangan ketika taktiknya tak berjalan. Dengan nada kesal, Conte menjawab: “Kami punya rencana cadangan, tapi saya tak mau membicarakannya di sini,” katanya.

Setelah wawancara selesai, Conte dan Costacurta, yang juga ada di studio televisi, mengkritik sikap Conte.

“Hari ini mustahil bicara dengan Conte. Dia tak paham bahwa kami tak hanya bicara saat semua berjalan sesuai rencana. Inter kehilangan besar dari segi ekonomi, bahkan mereka tak main di Liga Europa. Kerugiannya besar,” ungkap Capello.

“Saya sangat kecewa dengan teman saya, Conte. Saya menyesal dia tak menghormati kami. Dia sosok yang unik dan baik, tapi malam ini dia tidak seperti dirinya sendiri. Saya sangat kecewa dengan sikapnya,” timpal Costacurta.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini