Dua Anggota KKB Papua Tewas dalam Kontak Tembak dengan Aparat Keamanan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Aparat keamanan melumpuhkan dua anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) dalam sebuah kontak tembak di markas mereka, Kampung Jalaim, Disktik Sugapa, Papua.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Mustofa Kamal, mereka membawa 17 pucuk senjata api.

“Mereka juga melibatkan remaja sebagai strategi tameng hidup,” ujar Kamal di Jayapura yang dikutip Selasa 27 Oktober 2020.

Dua anggota KKB tersebut terlibat dalam penyerangan terhadap tim gabungan pencari fakta (TGPF) pimpinan anggota Kompolnas Benny Mamoto, 9 Oktober 2020 sehingga mengakibatkan anggota TGPF dan dua anggota TNI terluka.

Menurut Kamal, seperti dilansir Antaranews, mereka adalah bagian dari anggota KKB Sabinus Waker yang sering melakukan operasi kejahatan di Kawasan Kabupaten Pegunungan Tengah.

Selain itu, perilaku KKB sudah menewaskan seorang pendeta, anggota TNI serta warga masyarakat biasa.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini