Dorong Jokowi 3 Periode, Komite Referendum Konstitusi Serahkan Aspirasi Masyarakat ke Gubernur NTT

Baca Juga

MATA INDONESIA, KUPANG – Komite Penyelenggara Referendum Konstitusi di NTT terus memperjuangkan agar Presiden Joko Widodo untuk melanjutkan masa kepemimpinannya menjadi tiga periode. Mereka pun menyerahkan aspirasi dari masyarakat NT kepada Gubernur Viktor Laiskodat di Kantor Gubernur NTT dengan harapan bisa diteruskan kepada Presiden Jokowi.

“Sebagai pemerintah, saya bersama Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi akan menyampaikan kepada bapak presiden, yang direncanakan akan hadir di Labuan Bajo tanggal 21 Juli mendatang,” ujarnya, Selasa 19 Juni 2022.

Ia juga akan menyampaikan aspirasi ini kepada para pimpinan Partai Politik atas kecintaan masyarakat NTT terhadap Presiden Joko Widodo, untuk melanjutkan masa kepemimpinannya.

Sementara Ketua Komite Penyelenggara Referendum Rakyat NTT, Pius Rengka, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, karena telah bersedia melanjutkan aspirasi masyarakat kepada Presiden Jokowi.

Ia juga menyampaikan sejumlah alasan dari Komite yang memberikan dukungan terhadap Presiden Jokowi.

“Alasan kita mendorong beliau untuk tiga periode karena bukan hanya mengurus NTT dan daerah Indonesia Timur, Jokowi juga sudah mengangkat martabat Indonesia di mata dunia,” katanya.

Komite Referendum Jokowi tiga periode ini sebelumnya digagas oleh sejumlah tokoh masyarakat Nusa Tenggara Timur, dan dideklarasikan di Kota Kupang pada tahun 2021 lalu. Salah satu tujuannya adalah mendorong agar dapat dilakukan amandemen pad UUD 1945, pasal 7 ayat 2.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini