Don Capello Soal Tuchel dan Guardiola yang Tak Pantas Dipertahankan

Baca Juga

MATA INDONESIA, TURIN – Pelatih legendaris, Fabio Capello memuji Thomas Tuchel yang mempersembahkan trofi Liga Champions untuk Chelsea hanya dalam waktu 124 hari. The Blues memastikan diri tampil sebagai juara Benua Biru usai pemain muda, Kai Havertz menjebol gawang Manchester City pada menit ke-42.

“Chelsea berhutang banyak pada Tuchel, karena dia menunjukkan bahwa mereka telah melakukan investasi yang tepat dan mendapatkan yang terbaik dari para pemain ini,” kata Capello, melansir Sky Sport Italia, Minggu, 30 Mei 2021.

Pada kesempatan yang sama, pelatih berkebangsaan Italia itu kemudian melayangkan kritik terhadap pelatih City, Josep Guardiola karena dianggap melakukan kesalahan dalam menerapkan starting XI. Capello bahkan tak segan mengatakan bahwa Guardiola tak pantas bertahan.

“Menurut saya, Guardiola melakukan kesalahan dalam starting XI. Gundogan di depan pertahanan tidak bisa bertindak sebagai filter lini tengah. Stones adalah pemain yang tidak bisa bertahan dan Gundogan tidak bisa memberikan filter,” sambungnya.

“Tim terlihat jauh lebih seimbang di babak kedua, tetapi Manchester City memberi hadiah 45 menit kepada Chelsea dan bisa dengan mudah tertinggal 2-0 pada saat mereka berubah,” kata mantan pelatih yang telah menukangi sederet klub top Eropa itu.

Sebelumnya, Thomas Tuchel mengatakan bahwa ini waktunya Chelsea untuk berpesta. Namun, ia tak ingin timnya terlarut dalam euforia dan menegaskan akan segera kembali bekerja merencanakan bagaimana menciptakan era baru dominasi Chelsea di setiap kompetisi.

“Tentu saja sekaranglah waktunya untuk merayakan kemenangan ini untuk beberapa hari dan menikmatinya. Saya ingin yang berikutnya, gelar berikutnya, proses selanjutnya,” ungkap Tuchel..

Trofi Liga Champions ini sekaligus yang pertama untuk Tuchel sebagai pelatih. Meski mengaku bangga dan bahagia, mantan pelatih Saint Saint-Germain itu tidak ingin berpuas diri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini