Dituding Hapus Palestina dari Peta Digitalnya, Ini Jawaban Google

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Dituduh menghapus batas negara Palestina dari peta digitalnya, Google pun angkat bicara.

Google memang belum memberi tanggapan resmi tentang tuduhan tersebut, tetapi bagian dari situs webnya yang didedikasikan untuk batas obyek sengketa Palestina dan Israel tersebut hanya menyatakan:

“Batas yang disengketakan ditampilkan sebagai garis abu-abu putus-putus. Tempat-tempat yang terlibat tidak menyetujui batas.”

Seperti dilansir laman berita dari Inggris, Independent, selama ini wilayah dengan nama Palestina dalam peta digital mereka tidak pernah ada.

Pencarian untuk Palestina di Google Maps menunjukkan garis besar untuk wilayah Jalur Gaza dan Tepi Barat, tetapi tidak ada label atau tulisan yang menunjukkan negara tersebut adalah Palestina.

Klaim bahwa negara Palestina dihapus tampaknya berasal dari sebuah postingan Instagram yang viral dari seorang pengguna dengan nama “Astagfirvlah” pada Rabu, 15 Juli 2020. Akun itu langsung menuding Google “secara resmi mengeluarkan” Palestina dari peta mereka.

Meski begitu, tudingan itu bukan pertama kali diterima Google. Tercatat, 2016, sebuah petisi di laman change.org mengklaim semua yang menyebut Palestina “telah dihapus atas desakan pemerintah Israel.”

Petisi itu juga menyatakan “dua pendiri Google memiliki hubungan dekat dengan Israel dan para pemimpinnya.”

Palestina diakui oleh 136 anggota Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) sebagai negara merdeka. Namun, tidak dengan AS, yang merupakan lokasi kantor pusat Google.

Bulan Juni lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji mulai menggabungkan bagian-bagian Tepi Barat yang diduduki, mendorong lebih dari 1.000 anggota parlemen dari seluruh Eropa menandatangani surat protes bersama.

Namun, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan rencana penggabungan “akan menjadi faktor utama untuk membuat wilayah itu tidak stabil” dan meminta Israel untuk tidak melakukan rencananya tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini