Ditemani Ibu Negara, Jokowi Jenguk Risma di Surabaya

Baca Juga

MINEWS, SURABAYA – Presiden Ri Joko Widodo ditemani Ibu Negara Iriana Jokowi melakukan kunjungan ke RSUD dr Soetomo untuk menjenguk Wali Kota Suarabaya Tri Rismaharini yang sudah lima hari dirawat.

“Iya tadi Pak Jokowi, istri dan Pak Luhut mengunjungu bu Risma,” ujar Kabag Humas Pemkot Surabaya, M Fikser, Sabtu 29 Juni 2019 malam.

FIkser berkata, Jokowi setibanya di rumah sakit segera disambut hangat Direktur Utama RSUD dr Soetomo, Dr Joni Wahyuhadi, Sekretaris Kota Surabaya Hendro Gunawan.

Sedangkan dari pihak keluarga Risma yang menyambut Djoko Saptoadji (suami Risma), Fuad Bernardi (putra sulung Risma) dan pihak keluarga lainnya.

Fikser mengatakan kedatangan Jokowi bersama rombongan cuma sebentar atau sekitar lima menit. Hal itu karena semua yang datang tidak ingin mengganggu lebih lama jadwal istirahat Wali Kota Risma.

“Yang jelas Pak Jokowi memberikan dukungan doa dan moril kepada Bu Risma. Pak Jokowi minta ibu istirahat,” ujar Fikser.

Setelah menjenguk Risma, Jokowi bersama rombongan melambaikan tangan pada masyarakat yang sudah lama menunggu kedatangan Presiden RI ini di Jalan Raya Dharmawangsa Surabaya atau depan gedung GBPT RSUD Soetomo.

Berita Terbaru

Dari Laboratorium ke Industri: Momentum Hilirisasi Riset Indonesia

Oleh: Juniansyah Putra)*Kemajuan sebuah bangsa pada era modern ditentukan oleh kemampuannyamengubah pengetahuan menjadi inovasi yang memberikan manfaat nyata bagimasyarakat. Indonesia memiliki modal besar berupa sumber daya manusia yang terus berkembang, jaringan perguruan tinggi yang semakin kuat, serta dukunganpemerintah terhadap penguatan riset dan teknologi. Dalam konteks tersebut, hilirisasi riset menjadi langkah strategis untuk mempercepat transformasi Indonesia menuju negara maju berbasis inovasi.Pemerintah menempatkan pengembangan riset dan inovasi sebagai salah satufondasi penting pembangunan nasional. Berbagai kebijakan diarahkan untukmemastikan hasil penelitian tidak hanya menjadi kontribusi akademik, tetapi juga dapat berkembang menjadi teknologi, produk, dan layanan yang meningkatkanproduktivitas, memperkuat industri nasional, serta membuka peluang ekonomi baru. Langkah ini menunjukkan komitmen kuat negara dalam membangun ekosisteminovasi yang berdaya saing global.Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan bahwaperguruan tinggi memiliki peran sentral sebagai motor penggerak hilirisasi risetnasional. Menurutnya, kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai sumber lahirnya teknologidan solusi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta dunia usaha. Melalui kolaborasi antarkampus dan kemitraan dengan berbagai sektor, potensi risetIndonesia dapat dimanfaatkan secara lebih luas dan lebih cepat.Brian menjelaskan bahwa budaya inovasi di lingkungan perguruan tinggi terusdiperkuat agar para peneliti terdorong menghasilkan karya yang memiliki nilaitambah tinggi. Pendekatan ini mencerminkan perubahan paradigma penting dalampembangunan nasional, yaitu menjadikan penelitian sebagai penggerakpertumbuhan ekonomi sekaligus sarana meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Publikasi ilmiah tetap menjadi indikator kualitas akademik, namun keberhasilan risetjuga diukur dari sejauh mana inovasi tersebut memberi dampak nyata bagikehidupan masyarakat.Untuk mendukung transformasi tersebut, pemerintah bersama perguruan tinggi terusmemperkuat ekosistem inovasi melalui pengembangan inkubator bisnis, pusatinovasi, perlindungan hak kekayaan intelektual, serta kemudahan kemitraan dengandunia usaha. Langkah-langkah ini menciptakan lingkungan yang kondusif bagilahirnya perusahaan rintisan berbasis teknologi dan pengembangan industri nasionalyang lebih modern.Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif...
- Advertisement -

Baca berita yang ini