Ditemani Ibu Negara, Jokowi Jenguk Risma di Surabaya

Baca Juga

MINEWS, SURABAYA – Presiden Ri Joko Widodo ditemani Ibu Negara Iriana Jokowi melakukan kunjungan ke RSUD dr Soetomo untuk menjenguk Wali Kota Suarabaya Tri Rismaharini yang sudah lima hari dirawat.

“Iya tadi Pak Jokowi, istri dan Pak Luhut mengunjungu bu Risma,” ujar Kabag Humas Pemkot Surabaya, M Fikser, Sabtu 29 Juni 2019 malam.

FIkser berkata, Jokowi setibanya di rumah sakit segera disambut hangat Direktur Utama RSUD dr Soetomo, Dr Joni Wahyuhadi, Sekretaris Kota Surabaya Hendro Gunawan.

Sedangkan dari pihak keluarga Risma yang menyambut Djoko Saptoadji (suami Risma), Fuad Bernardi (putra sulung Risma) dan pihak keluarga lainnya.

Fikser mengatakan kedatangan Jokowi bersama rombongan cuma sebentar atau sekitar lima menit. Hal itu karena semua yang datang tidak ingin mengganggu lebih lama jadwal istirahat Wali Kota Risma.

“Yang jelas Pak Jokowi memberikan dukungan doa dan moril kepada Bu Risma. Pak Jokowi minta ibu istirahat,” ujar Fikser.

Setelah menjenguk Risma, Jokowi bersama rombongan melambaikan tangan pada masyarakat yang sudah lama menunggu kedatangan Presiden RI ini di Jalan Raya Dharmawangsa Surabaya atau depan gedung GBPT RSUD Soetomo.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini