Dilarang KPAI, Djarum Belum Pikirkan Progam Pengganti Audisi Bulutangkis

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Djarum Foundation belum memikirkan pengganti program Audisi Bulutangkis tahun depan. Hal itu diputuskan setelah Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Djarum tidak menemui titik temu soal audisi tersebut.

“Tahun depan belum dipikirkan. Kita bina yang sudah ada saja,” kata Manajer Senior Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, Budi Darmawan, saat dihubungi dengan minews.id, Senin 9 September 2019 pagi.

Menurut Budi, KPAI meminta seluruh ornamen ‘Djarum’ dihilangkan di acara tahunan tersebut. Padahal, ‘Djarum’ adalah identitas klub.

Mediasi masalah itu sudah dilakukan dengan difasilitasi Kemenko Polhukam pada awal September lalu.

Menurut Budi, Djarum sebenarnya sudah setuju tidak mewajibkan anak-anak yang ikut dalam audisi memakai jersey bertuliskan Djarum karena dituding mempromosikan rokok kepada anak-anak.

Tapi, masih menurut Budi, KPAI meminta lebih dengan melarang para atlet senior beserta legenda bulutangkis yang tergabung di klubnya untuk tidak mengenakan kaus bertuliskan Djarum. Di titik itulah, pihaknya memutuskan mundur.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini