Dilanda Demam Misterius, 70 Orang Tewas di India Selama Sepekan

Baca Juga

MATA INDONESIA, NEW DELHI – Sebuah demam misterius merebak di India dan menewaskan hampir 70 orang, termasuk 40 anak-anak. Demam yang telah berlangsung selama sepekan ini membuat kengerian di negara bagian Uttar Pradesh, India.

Sebagian besar orang yang meninggal dilaporkan sempat terserang demam tinggi, dehidrasi, dan penurunan jumlah trombosit secara tiba-tiba. Sementara yang lain mengalami gejala demam berdarah.

Beberapa distrik yang melaporkan kasus tersebut, di antaranya: distrik Agra, Mathura, Mainpuri, Etah, dan Kasganj. Sedangkan Firozabad dinyatakan sebagai distrik yang paling terkena dampak dari kasus demam misterius di negara bagian tersebut.

“Situasi di distrik-distrik mengkhawatirkan. Genangan air, kurangnya sanitasi, dan kebersihan adalah alasan di balik penyebaran penyakit,” kata Manish Asija, anggota dewan legislatif, melansir Telesur English, Selasa, 31 Agustus 2021.

Menurut sebuah laporan The Times of India, sebanyak 72 dari 135 anak berjuang untuk hidup mereka di Firozabad Medical College, dengan lebih dari 50 persen dari mereka menunjukkan gejala demam berdarah.

Menurut pejabat kesehatan, sedikitnya 12 anak meninggal karena demam misterius dalam 24 jam terakhir. Penduduk setempat mengatakan situasi demam berdarah di Firozabad semakin memburuk karena kelalaian Perusahaan Kota yang mengakibatkan tumpukan sampah, akumulasi air, dan pasokan air kotor.

“Penyebab pastinya sedang dipelajari,” kata kepala petugas medis (CMO) distrik Firozabad, Dr Neeta Kulshrestha.

Lebih lanjut, Neeta Kulshrestha menambahkan bahwa semua pasien di rumah sakit pemerintah sedang diuji untuk Covid-19. Akan tetapi sejauh ini, tidak ada kasus infeksi virus yang dapat dikaitkan.

“Pasien demam virus dirawat di bangsal Covid-19. Dokter dan paramedis bersiaga. Intensitas demamnya mengkhawatirkan. Anak-anak membutuhkan waktu dua minggu untuk pulih,” kata Kepala Inspektur Medis (CMS) Sekolah Kedokteran Firozabad, Dr. Hansraj Singh, menambahkan bahwa jumlah tempat tidur telah bertambah.

22 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dari Regulasi ke Implementasi: Mengawal Kepatuhan Platform terhadap PP TUNAS

Oleh : Andhika Rachma )*Transformasi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Ruang digital kini bukan hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga ruang belajar, hiburan, hingga interaksi sosial lintas generasi. Di tengah perkembangan tersebut, negara memilikitanggung jawab untuk memastikan bahwa ekosistem digital tetap aman, sehat, dan berpihak pada kepentingan publik, terutama anak-anak sebagai kelompok rentan. Dalam konteks inilahpemerintah menghadirkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP TUNAS.Kehadiran PP TUNAS menjadi tonggak penting dalam perjalanan tata kelola digital Indonesia. Regulasi ini tidak sekadar menjadi instrumen hukum, tetapi juga mencerminkan komitmennegara dalam membangun ruang digital yang lebih bertanggung jawab. Pemerintahmenempatkan pelindungan anak sebagai prioritas utama di tengah meningkatnya penggunaanplatform digital oleh generasi muda. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa Indonesia ingin menjadi negara yang aktif melindungi anak-anak di ruangdigital dan tidak tertinggal dari negara lain dalam membangun tata kelola platform...
- Advertisement -

Baca berita yang ini