Dihajar Sentimen Eksternal, Rupiah Diramalkan Tetap di Zona Merah

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Nilai tukar rupiah atas dolar AS diprediksi masih akan tetap di dalam zona merah pada perdagangan Selasa, 19 November 2019. Kemarin, rupiah ditutup melemah di posisi Rp 14.077 per dolar AS atau turun 0,03 persen.

Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim memperkirakan, hari ini mata uang garuda akan bergerak melemah di kisaran Rp 14.050 hingga Rp 14.150 per dolar AS.

Ia mengatakan pergerakan rupiah masih akan dibayangi oleh sejumlah sentimen dari luar negeri di antaranya sebagai berikut.

Pertama, soal perang dagang AS-China. Ada kabar baik bahwa Washington dan Beijing dapat segera menandatangani kesepakatan untuk mengakhiri perang perdagangan yang telah menjadi hambatan pada pertumbuhan ekonomi global.

Kedua, soal Brexit. Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan semua kandidat Partai Konservatif pada pemilihan 12 Desember nanti telah berjanji untuk mendukung kesepakatan Brexit-nya. Itu juga didukung oleh jajak pendapat baru yang menunjuk ke kemenangan Konservatif.

Ketiga, investor akan mengawasi perkembangan demo di Hong Kong. Di mana polisi menjebak ratusan pengunjuk rasa di dalam sebuah universitas besar, menutup jalan di daerah itu setelah hampir dua hari berturut-turut terjadi pertikaian yang telah menimbulkan kekhawatiran akan pertikaian berdarah dengan kedua belah pihak menolak untuk mundur.

“Gejolak itu bisa memukul harga saham Hong Kong dan bisa merusak mata uang sensitif risiko di kawasan itu, seperti dolar Australia,” ujar Ibrahim sore ini.

Keempat, soal risalah pertemuan kebijakan terakhir Federal Reserve (Bank Sentral AS). Risalah ini menegaskan kembali bahwa ekonomi AS solid dan pengaturan kebijakan moneter saat ini tepat untuk mendukung dolar.

Sementara dari dalam negeri, pergerakan rupiah dipengaruhi oleh data neraca perdagangan Indonesia yang di luar dugaan membukukan surplus pada Oktober.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan ekspor Oktober 2019 terkontraksi atau turun 6,13 persen secara tahunan dan impor turun 16,39 persen secara tahunan. Ini membuat neraca perdagangan surplus 160 juta dolar AS.

“Namun surplus perdagangan ini tidak selamanya positif, ada risiko yang terkandung di dalamnya,” kata Ibrahim.

Selain itu, pergerakan rupiah turut dibayangi oleh rencana Bank Indonesia (BI) yang akan mengumumkan data pertumbuhan angka kredit perbankan untuk periode September 2019 pada hari Rabu nanti.

“Begitupun dengan suku bunga acuan, diramalkan sejumlah ekonom bakal ditahan di level 5 persen, lantaran sepanjang tahun ini BI telah memangkasnya sebanyak 100 basis poin,” ujarnya.

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini