Diduga Overload Listrik, 100 Rumah di Duri Kepa Jakbar Hangus Dilalap Si Jago Merah

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-100 bangunan rumah warga di Jalan Kepa Duri, Emas Blok QQ Nomor 6, RT 002 RW 04 Duri Kepa, Jakarta Barat, hangus dilahap si jago merah.

Kasiop Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, Sjukri Bahanan melaporkan, api terpantau pukul 02.57 WIB dengan perkiraan luas area terbakar sekitar 3.000m²

“Kebakaran di Jalan Kepa Duri, 100 rumah terdampak di RT 002/004,” kata Sjukri dalam keterangannya.

Dugaan sementara, kebakaran terjadi karena penggunaan listrik secara berlebihan di satu salah satu rumah.

Lebih kurang 18 unit mobil kebakaran dan 90 personel dikerahkan untuk memadamkan api. Proses pendinginan api baru bisa dilakukan jelang subuh.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Kebakaran mengakibatkan 300 orang kehilangan tempat tinggal dengan nilai kerugian mencapai Rp1,87 miliar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Prabowo dan Upaya Memuliakan Guru Indonesia

Oleh: Febrian Rizki )*Presiden Prabowo Subianto menempatkan guru sebagai salah satu elemen terpenting dalam pembangunan bangsa. Bagi pemerintah, keberhasilan Indonesia menuju negara maju tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang dibentuk melalui pendidikan. Dalam proses tersebut, guru memegang peran sentral sebagai penggerak utama lahirnya generasi yang berkarakter, berpengetahuan, dan memiliki daya saing tinggi.Komitmen terhadap penguatan peran guru menjadi bagian penting dari agenda pembangunan nasional yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo. Perhatian tersebut diwujudkan melalui kebijakan yang tidakhanya berfokus pada peningkatan kesejahteraan, tetapi juga menyentuh aspek profesionalisme, peningkatan kompetensi, dan penyederhanaan tata kelola pendidikan. Kebijakan peningkatan tunjangan guru menjadi salah satu bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan tenaga pendidik. Menteri Pendidikan Dasar dan Menegah, Abdul Mu’ti, menjelaskan bahwa pemerintah telah menaikkan tunjangan guru non-ASN dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan. Sementara itu, guru ASN memperoleh tunjangan sebesar satu kali gaji pokok sesuai ketentuan yang berlaku.Kenaikan tunjangan tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalammemberikan penghargaan yang lebih layak kepada para...
- Advertisement -

Baca berita yang ini