Diduga Kelelahan, Dokter Ini Minta Vaksinator Penyuntik Vaksin Kosong Dimaafkan dan Tak Dipersulit

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Vaksinator yang diduga tidak sengaja menyuntikkan vaksin kosong agar diberi maaf dan tidak dipersulit, karena kejadian tersebut mungkin saja akibat kelelahan bahkan burnout (stres berat akibat pekerjaan) karena harus menggunakan APD selama 10 jam.

Pembelaan itu datang dari seorang dokter relawan Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet, dr. Andi Khomeini Takdir melalui pernyataan tertulisnya, Rabu 11 Agustus 2021.

“Mereka semua sangat mungkin kelelahan, bahkan burnout. Beban kerja tinggi di RS, di puskesmas, merawat pasien, merawat keluarga sendiri, lembur, vaksinasi, dll.,” ujar dr. Andi Khomeini.

Apalagi peristiwa itu direkam dan vaksinator yang bersangkutan tidak berusaha menutupi orang yang merekamnya dan justru dia biarkan.

Andi Khomeini meminta peristiwa itu harus menjadi bahan introspeksi semua pihak agar kejadian serupa bisa dicegah.

Jika benar vaksinator itu melakukan 599 vaksinasi dalam satu hari dan jika setiap orang yang divaksin membutuhkan waktu satu menit, maka perawat itu harus menggunakan APD selama 10 jam dalam kondisi panas.

Andi Khomeini mengaku pernah ditawari menjadi vaksinator, namun ditolaknya karena harus memvaksin lebih dari 100 orang dalam lima jam.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Penguatan Hilirisasi Komoditas Unggulan Papua Dorong Perekonomian Daerah

Mata Indonesia, JAKARTA - Langkah hilirisasi di Papua memasuki fase yang semakin konkret. Berbagai inisiatif strategis digulirkan secara terintegrasi,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini