Diduga Hiperseks, Suami di Madura Jual Istri ke Pria Hidung Belang

Baca Juga

MATA INDONESIA, SURABAYA – Seorang pria di Pamekasan, Madura tega menjual istrinya ke pria hidung belang untuk melakukan hubungan badan secara bertiga (threesome). Pria berinisial T (43) ini melakukan hal tersebut lantaran sang istri yang berusia 38 tahun tersebut diduga bernafsu seks tinggi alias hiperseks.

Hal ini dibenarkan oleh Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Fauzi Pratama. “Berdasarkan keterangan tersangka, ia sulit memuaskan korban. Ini juga untuk fantasi seks mereka,” katanya, Selasa 27 Oktober 2020.

Fauzi mengungkapkan bahwa aksi maksiat ini sudah berlangsung lebih dari satu tahun. Mulai Agustus 2019 dengan tarif Rp 1 juta.

“Di mana tarif tersebut dibayarkan oleh tamu kepada tersangka, dan sebesar Rp 200 ribu digunakan tersangka untuk membeli makanan. Dan Rp 800 ribu disimpan oleh tersangka,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa aksi ini terkuak saat pihaknya menggelar operasi siber. Polisi menemukan akun twitter pelaku yang mem-posting gambar istrinya telanjang saat berhubungan badan.

“Setelah mendapatkan informasi tersebut, kami langsung melakukan penyelidikan,” katanya.

Pelaku pun diamankan Unit PPA Polrestabes Surabaya, dalam penggerebekan di sebuah kamar hotel di Jalan Jemursari, Rabu 21 Oktober 2020, sekitar pukul 21.00 WIB.

Saat penggerebekan, pelaku dan istrinya tengah memberikan layanan seks bertiga atau threesome. Petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti.

Atas kejahatan yang dilakukan, pelaku terancam dijerat Pasal 2 UURI No 21 Tahun 2007 Tentang TPPO, dan atau 296 KUHP dan atau 506 KUHP.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Bersama Menyempurnakan Program Kopdes Merah Putih

Oleh: Yusuf RinaldiPembangunan ekonomi desa merupakan fondasi penting bagi terwujudnyapemerataan kesejahteraan nasional. Karena itu, langkah pemerintah menghadirkanProgram Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) layakdiapresiasi sebagai upaya menghidupkan kembali semangat ekonomi kerakyatanyang berlandaskan gotong royong dan kekeluargaan. Program ini bukan sekadar membentuk koperasi baru, tetapi membangun ekosistemekonomi desa yang lebih produktif, mandiri, dan berkelanjutan. Tentu, sebagaimanaprogram strategis lainnya, implementasinya perlu terus disempurnakan agar manfaatnya semakin optimal bagi masyarakat.Sejak awal, Presiden Prabowo Subianto menempatkan koperasi sebagai instrumenstrategis untuk memperkuat ekonomi rakyat. Pilihan tersebut memiliki landasanhistoris yang kuat. Mohammad Hatta pernah menegaskan bahwa koperasimerupakan sokoguru perekonomian nasional yang berlandaskan asas kekeluargaandan gotong royong. Karena itu, keberhasilan Kopdes Merah Putih tidak boleh hanyadiukur dari banyaknya koperasi yang berdiri, melainkan dari kemampuannyameningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.Komitmen pemerintah untuk terus menyempurnakan Program Kopdes Merah Putih juga tercermin dari langkah Komisi VI DPR...
- Advertisement -

Baca berita yang ini