Dibeli Rp 1,2 Triliun, De Jong Resmi Berkostum Barcelona

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Klub profesional Barcelona secara resmi memperkenalkan pemain baru Frenkie De Jong di timnya. Barcelona sudah mendapatkan De Jong dari Ajax Amsterdam sejak bursa transfer Januari. Namun, Gelandang asal Belanda itu lebih dulu dipinjamkan di Ajax hingga akhir musim ini.

Kini, De Jong pun datang ke Camp Nou. Setelah menandatangani kontrak berdurasi lima tahun dengan didampingi Presiden Josep Maria Bartomeu, pemain yang dibeli seharga 75 juta euro atau setara Rp 1,2 triliun itu diperkenalkan di depan 20 ribu suporter pada Sabtu 6 Juli 2019.

Sebagaimana lazimnya perkenalan pemain baru, De Jong mengenakan kostum Barcelona–yang diberi nomor punggung 21. Ia juga memperagakan beberapa aksi di lapangan Camp Nou.

Tak lupa, De Jong mengucapkan beberapa patah kata di depan suporter. Ia mengaku bangga bisa bermain untuk Barcelona.

“Saya memikirkan semua klub yang tertarik pada saya, namun perwakilan Barcelona datang dan meyakinkan saya. Itu keputusan yang mudah untuk diambil, dan selalu menjadi mimpi bisa bermain di stadion ini,” ujar De Jong, seperti dilansir Marca.

Berita Terbaru

Transparansi MBG: Bukti Pemerintahan Prabowo Kelola Program Rakyat dengan Hatidan Integritas

Oleh: Alexander Royce*) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subiantosejak awal dirancang bukan sekadar sebagai kebijakan sosial, melainkan sebagai investasi jangkapanjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program ini menargetkan pemenuhan gizijutaan anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita di berbagai wilayah Tanah Air. Dalamperjalanannya, MBG tidak hanya menghadirkan manfaat kesehatan dan sosial, tetapi juga menunjukkan bagaimana pemerintah berupaya membangun tata kelola program publik yang transparan dan akuntabel. Sejak diluncurkan secara bertahap pada 2025, MBG berkembang pesat dengan dukunganjaringan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah. Pada awal2026 saja, lebih dari 19 ribu SPPG telah beroperasi untuk melayani puluhan juta penerimamanfaat di seluruh Indonesia. Program ini bahkan telah menjangkau sekitar 55 juta hingga lebihdari 58 juta penerima manfaat, menjadikannya salah satu program intervensi gizi terbesar yang pernah dijalankan pemerintah Indonesia. Besarnya skala program tentu menuntut tata kelola yang baik agar kepercayaan publik tetapterjaga. Di sinilah pemerintah menunjukkan komitmennya terhadap transparansi. Alih-alihmenutup informasi, pengelola MBG justru mendorong keterbukaan dalam berbagai aspek, mulaidari pengadaan bahan makanan, komposisi menu, hingga penggunaan anggaran. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menekankan bahwa transparansimenjadi fondasi penting dalam penyelenggaraan program MBG. Ia mendorong seluruh dapurSPPG untuk mempublikasikan menu harian melalui media sosial atau saluran komunikasi publiklainnya. Langkah ini bertujuan agar masyarakat dapat melihat langsung jenis makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat, sekaligus memastikan bahwa standar gizi yang ditetapkan pemerintah benar-benar diterapkan di lapangan. Menurutnya, keterbukaan informasiini merupakan bagian dari upaya membangun kepercayaan publik serta memastikan program berjalan secara akuntabel. Pendekatan transparansi tersebut juga memperlihatkan bahwa pemerintah tidak alergi terhadappengawasan publik. Dengan membuka informasi menu dan aktivitas dapur MBG secara rutin, masyarakat dapat ikut mengawasi kualitas program....
- Advertisement -

Baca berita yang ini