Diajari Pegang Senjata, Remaja di Ukraina Siap Lawan Rusia

Baca Juga

MATA INDONESIA, KIEV – Bukan hanya warga sipil, anak-anak Ukraina juga diajari cara menggunakan senapan saat mereka bersiap untuk membela Tanah Air dari tentara Rusia – yang kabarnya akan menginvasi bekas negara Uni Soviet itu.

Berdasarkan foto-foto yang beredar, anak-anak bersama dengan warga dari segala usia terlihat memegang senjata. Latihan tersebut diadakan di ibukota Ukraina, Kiev.

Sementara itu, sejumlah anak lain diberi replika kayu senapan Kalashnikov dan diajari cara membidik dan menembak musuh. Mereka juga melewati rintangan di halaman sebuah pabrik yang ditinggalkan dan diberi kelas tentang taktik militer serta pertolongan pertama.

Menurut sebuah survei oleh Institut Sosiologi Internasional Kiev (KIIS), setengah dari warga Ukraina atau sekitar 50,2 persen mengatakan mereka siap melawan jika Rusia menyerbu kota, kota kecil atau desa mereka, melansir Metro.

Sebagaimana diketahui, Presiden Rusia, Vladimir Putin telah mengerahkan lebih dari 100 ribu personel militer di perbatasan dekat Ukraina. Bukan hanya itu, Moskow bahkan sudah mempersiapkan cadangan darah.

Para pejabat Rusia mengatakan Barat dicengkeram oleh Russophobia dan tidak memiliki hak untuk menceramahi Moskow tentang bagaimana bertindak setelah memperluas NATO setelah jatuhnya Uni Soviet pada 1991, dan menabur kekacauan di Irak dan Suriah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini