Di Tengah Pandemi, Sektor Logistik Indonesia Alami Pertumbuhan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Chairman Supply Chain Indonesia (SCI), Setijadi mengatakan, kontraksi sektor logistik (lapangan usaha transportasi dan pergudangan) terjadi akibat kontraksi pada beberapa lapangan usaha.

“Pada periode itu (triwulan keempat tahun 2020), berdasarkan data BPS, kontraksi terjadi pada lapangan-lapangan usaha industri pengolahan (-3,14 persen), perdagangan (-3,64 persen), konstruksi (-5,67 persen), serta pertambangan dan penggalian (-1,20 persen). Sementara, lapangan usaha yang tumbuh positif adalah pertanian, kehutanan, dan perikanan (2,59 persen),” kata Setijadi, Rabu (10/2/2021).

Setijadi mengungkapkan, meskipun sektor logistik pada periode Triwulan keempat tahun 2020 (yoy) terkontraksi, justru terjadi kecenderungan positif. Sementara pada Triwulan II dan III, laju pertumbuhan transportasi dan pergudangan berturut-turut sebesar -30,80 dan -16,71 persen.

“Pertumbuhan industri pengolahan, misalnya, pada Triwulan II dan III berturut-turut sebesar -6,18 persen dan -4,34 persen. Sementara, perdagangan pada Triwulan II dan III itu pertumbuhannya berturut-turut sebesar -7,59 persen dan -5,05 persen,” lanjutnya.

Hal itu juga sesuai dengan perbaikan pertumbuhan ekonomi nasional. Pada Triwulan II, III, dan IV, laju pertumbuhan ekonomi berturut-turut sebesar -5,32 persen; -3,49 persen; dan -2,19 persen.

Kendati di tengah pandemi, Setijadi mengatakan bahwa sektor logistik mengalami kecenderungan pertumbuhan karena permintaan jasa logistik dalam negeri. Misalnya, jasa transportasi untuk pengiriman tanaman hortikultura (buah-buahan dan sayur-sayuran) yang relatif stabil bahkan mengalami peningkatan.

Mengacu terhadap data BPS, pertumbuhan positif untuk komoditas itu terjadi pada Triwulan III dan Triwulan IV tahun 2020 berturut turut sebesar 5,74 persen dan 7,85 persen (y-on-y). Bahkan, untuk tanaman pangan, terjadi tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi pada Triwulan III (7,18 persen) dan Triwulan IV (10,47 persen) tahun 2020 itu.

Setijadi berharap setiap perusahaan penyedia jasa logistik dapat memanfaatkan peluang kebutuhan jasa logistik untuk penanganan komoditas dalam negeri. Penyedia jasa logistik juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas untuk pengembangan rantai pasok komoditas nasional.

Selain akan berpengaruh terhadap tingkat ketersediaan dan harga komoditas yang lebih baik untuk kebutuhan dalam negeri, peningkatan efisiensi dan efektivitas penyedia jasa logistik juga akan meningkatkan daya saing komoditas dalam negeri.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan perekonomian di sejumlah negara pada Triwulan keempat tahun 2020 menunjukkan perbaikan walaupun perkembangannya sedikit lesu. Hal ini tercermin dari indeks PMI global yang menunjukkan peningkatan pada Oktober 2020, namun kembali menurun pada November dan Desember 2020.

BPS juga melaporkan laju pertumbuhan lapangan usaha transportasi dan pergudangan sebesar -13,42 persen pada Triwulan keempat tahun 2020 (y-on-y). BPS menyebutkan fenomena masih terbatasnya pergerakan atau mobilitas sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19 yang melatarbelakangi kontraksi lapangan usaha.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Tak hanya Beras, Harga Bahan Pokok Ini Ikut-ikutan Meroket jelang Ramadan

Mata Indonesia, Yogyakarta - Harga berbagai bahan pokok di Yogyakarta kini tengah melonjak menjelang Ramadan, bukan hanya harga beras saja yang mengalami kenaikan signifikan. Di Pasar Beringharjo, harga beberapa komoditi seperti telur ayam dan gula pasir juga mengalami kenaikan yang cukup mencolok.
- Advertisement -

Baca berita yang ini