Di Tarakan, Presiden Jokowi Pamer Mobil Militer Buatan Dalam Negeri

Baca Juga

MATA INDONESIA, TARAKAN – Dalam kunjungan kerjanya di Tarakan, Presiden Jokowi memamerkan mobil tahan peluru milik Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) yaitu P6 ATAV V1 yang sangar.

Mobil itu memang bukan seperti mobil-mobil pada umumnya, tetapi lebih mirip mobil all terrain yang bisa digunakan di berbagai medan, karena menggunakan konstruksi turbular.

Namun, mobil itu tidak memiliki pintu karena memang dirancang untuk penyerbuan pada suatu operasi militer.

“Mobil ini keren sekali. Tampilan semi terbuka dengan seluruh bodi dan kaca depan berlapis anti peluru. Rangka pipa baja juga terpasang di sekelilingnya,” ujar Jokowi, Selasa 19 Oktober 2021.

Dalam pernyataannya, Jokowi menegaskan mobil itu adalah buatan dalam negeri dan sudah diproduksi massal.

Mobil itu, pernah direview vlogger otomotif Om Mobi yang mengaku kagum dengan akselerasi dan kenyamanannya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kolaborasi Lintas Sektor Mempercepat Listrik Desa

Oleh : Antonius UtomoDi era peradaban modern saat ini, ketersediaan energi listrik telah melampaui fungsinya sebagaisekadar sumber penerangan semata. Khususnya di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal(3T), listrik merupakan infrastruktur dasar sekaligus prasyarat utama bagi terwujudnya keadilansosial, pemerataan akses pendidikan, peningkatan kualitas layanan kesehatan, dan akselerasitransformasi digital. Oleh karena itu, perluasan akses kelistrikan hingga ke pelosok desa bukansekadar program pembangunan biasa, melainkan agenda strategis nasional yang mendesakdiselesaikan demi memastikan tidak ada satu pun warga negara yang tertinggal dalam aruskemajuan zaman.Capaian pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) patutdiapresiasi secara memadai. Berdasarkan data terbaru, rasio elektrifikasi di Indonesia berhasilmenyentuh angka 99,83 persen pada triwulan pertama tahun 2026. Meski secara statistik makropencapaian tersebut menunjukkan keberhasilan yang sangat signifikan, sisa persentase sebesar0,17 persen sama sekali tidak boleh diabaikan. Angka tersebut pada hakikatnyamerepresentasikan masyarakat di wilayah geografis yang penuh tantangan, mulai pegununganterpencil hingga pulau terluar, yang masih menantikan kelistrikan. Hal ini menuntut kehadirannegara secara utuh untuk memastikan pemerataan pembangunan, menembus batas isolasi yang menghambat perbaikan tingkat kesejahteraan mereka.Langkah proaktif untuk menjangkau wilayah-wilayah tersulit tersebut terefleksikan dengansangat jelas dalam penyelenggaraan Alignment Forum Program Listrik Desa pada bulan Juli...
- Advertisement -

Baca berita yang ini