Di Hadapan Tenaga Kesehatan, Menkes BGS: Aku Bukan Malaikat!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Budi Gunadi Sadikin (BGS) bukan pejabat yang gagap menjabat Menteri Kesehatan (Menkes) karena dia tidak memiliki latar belakang pendidikan medis. Buktinya, dalam 72 jam dinas menteri pertamanya, Lelaki yang dipanggil BGS itu bekerja keras mengetahui ratusan masalah di Kementerian Kesehatan, bahkan di hari libur.

Kerja keras BGS yang berlatar akademik fisika nuklir dan sangat berpengalaman di perbankan itu digambarkan YouTuber relawan Covid19, dr.tirta.

“Today, dalam 72 jam dinas beliau. Skrng mendampingi diskusi pak @budigsadikin dengan dr dante bersama perwakilan dokter internship periode 2019-2020 yg sedang bertugas di puskesmas mengenai pelayanan pasien covid di puskesmas langsung. Jadi garda depan langsung,” begitu pernyataannya melalui IG @dr.tirta, Sabtu 26 Desember 2020.

Dalam pertemuan BGS menegaskan dia tidak akan bekerja sendirian dan sangat membutuhkan bantuan para tenaga kesehatan sampai tingkat puskemas.

“Aku bukan malaikat, kekurangannya banyak, tapi I am open to input,” ujar BGS kepada para tenaga kesehatan tersebut.

Meski tidak memiliki latar belakang medis, namun BGS mampu mendatangkan ratusan juta dosis vaksin Covid19.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini