Di Bawah Pengaruh Alkohol, Pria Ini Sebabkan 5 Orang Meninggal dan 15 Orang Kritis

Baca Juga

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Dilaporkan lima orang termasuk seorang bayi berusia sembilan bulan meninggal dunia dan 15 orang lainnya terluka ketika sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menerobos area pejalan kaki di  kota Trier, Jerman.

Saksi mata mengatakan bahwa orang-orang berteriak panik dan beberapa orang terlempar ke udara ketika sebuah mobil menabrak zona perbelanjaan. Seorang polisi mengungkapkan, tersangka merupakan warga negara Jerman berusia 51 tahun.

“Kami telah menangkap satu orang dan satu kendaraan telah diamankan,” kata polisi, melansir Reuters, Rabu, 2 Desember 2020.

Jaksa Peter Fritzen dalam konferensi pers mengatakan bahwa tersangka yang kini sudah diamankan dan tengah diintrogasi itu dalam pengaruh alkohol dengan jumlah yang signifikan. Pihak berwenang tidak berasumsi ada motif militan dalam insiden tersebut.

“Sepertinya kita berbicara tentang tersangka dengan masalah mental, tetapi kita tidak boleh memberikan penilaian dini,” kata Walikota Trier, Wolfram Leibe.

Menteri Dalam Negeri negara bagian Rhineland-Palatinate, Roger Lewentz mengatakan dua perempuan berusia 25 dan 73 tahun, serta seorang pria berusia 45 tahun semuanya dari Trier juga meninggal dunia.

Pihak kepolisian melaporkan lima orang meninggal dunia dan media Jerman memberitakan, korban terakhir merupakan seorang perempuan berusia 52 tahun. Sementara korban luka lain dalam keadaan kritis.

Insiden tersebut cukup mengejutkan penduduk kota tertua di Jerman –yang didirikan oleh Bangsa Romawi lebih dari 2.000 tahun lalu. Sang walikota mengatakan, orang-orang yang melihat insiden tersebut pasti sangat trauma.

“Kami memiliki seorang pengemudi yang mengamuk di kota. Saya baru saja berjalan melalui pusat kota dan itu sangat mengerikan. Ada sepatu olahraga tergeletak di tanah dan gadis pemilikinya sudah meninggal,” sambung Leibe kepada penyiar SWR.

Trierischer Volksfreund mengutip seorang saksi mata, Range Rover sedang melaju dengan kecepatan tinggi dan orang-orang terlempar ke udara. Dikatakannya, mobil tersebut memiliki plat wilayah Trier.

“Berita dari Trier membuat saya sedih. Simpati saya ditujukan kepada keluarga mereka yang kehidupannya begitu tiba-tiba dan dengan kejam direnggut dari mereka. Saya juga memikirkan orang-orang yang menderita luka-luka dalam beberapa kasus yang sangat serius dan saya berharap mereka kuat,” ungkapan duka Kanselir Jerman, Angela Merkel.

Jerman telah memperketat keamanan di zona pejalan kaki di seluruh negeri sejak serangan truk di pasar di kota Berlin pada 2016. Akibat insiden tersebut, 12 orang meregang nyawa dan melukai puluhan lainnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kepuasan Publik Jadi Indikator Apresiasi terhadap Pemerintahan Prabowo Gibran

Oleh: Fajar PradiptaKepuasan publik seharusnya tidak hanya dibaca sebagai angka statistik semata, tetapi sebagaicerminan nyata hubungan antara pemerintah dan rakyat yang perlu terus dijaga, bahkanditingkatkan. Dalam konteks pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, tingginya tingkat kepuasan masyarakat dapat dilihat sebagai bentuk apresiasi sekaligusharapan agar kinerja yang telah berjalan selama sekitar satu setengah tahun ini tetap konsistendan adaptif terhadap tantangan zaman. Dengan capaian kepercayaan publik yang menyentuhangka 75,1 persen, publik seolah memberikan sinyal bahwa arah kebijakan pemerintah saatini berada di jalur yang cukup tepat, meskipun tetap membutuhkan evaluasi berkelanjutan.Hasil survei nasional yang dirilis oleh Poltracking Indonesia menunjukkan bahwa tingkatkepuasan terhadap kinerja pemerintahan secara keseluruhan mencapai 74,1 persen. Sementara itu, secara personal, performa Prabowo Subianto sebagai presiden memperolehtingkat kepuasan sebesar 74,9 persen. Angka ini tidak berdiri sendiri, melainkanmerefleksikan persepsi publik terhadap berbagai program prioritas yang telah dijalankanselama setahun terakhir, termasuk upaya menjaga stabilitas ekonomi, penguatan sektorpangan, serta konsistensi dalam menjaga posisi Indonesia di tengah dinamika global yang semakin kompleks.Salah satu program yang paling banyak mendapat sorotan sekaligus apresiasi adalahkebijakan Makan Bergizi Gratis yang dinilai mampu menyentuh langsung kebutuhanmasyarakat. Program ini tidak hanya berfungsi sebagai intervensi sosial, tetapi juga menjadisimbol kehadiran negara dalam menjawab persoalan mendasar seperti gizi dan kesejahteraan. Sebanyak 23 persen responden dalam survei menyebut program ini sebagai kebijakan paling bermanfaat, sebuah angka yang menunjukkan bahwa kebijakan berbasis kebutuhan dasarmasih menjadi prioritas utama di mata publik. Keberhasilan ini juga melengkapi capaian lain pemerintah, seperti pengendalian inflasi pangan dan peningkatan akses bantuan sosial yang lebih merata.Peneliti utama Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi, mengungkapkan bahwa tingginyakepuasan publik tidak terlepas dari kontribusi program tersebut yang dinilai memberikandampak nyata. Ia melihat bahwa kebijakan yang bersifat langsung dan dirasakan masyarakatcenderung memiliki daya dorong lebih kuat terhadap persepsi positif publik. Hal ini menjadipelajaran penting bagi pemerintah bahwa efektivitas program tidak hanya diukur dari skala, tetapi juga dari sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakatluas.Lebih jauh, Masduri Amrawi juga menilai bahwa stabilitas tingkat kepuasan publik di tengahkondisi global yang penuh ketidakpastian merupakan capaian tersendiri. Dalam situasigeopolitik yang memanas dan tekanan ekonomi global yang fluktuatif, pemerintah dinilaimampu menjaga kepercayaan masyarakat melalui kebijakan yang relatif responsif danadaptif. Ini menunjukkan bahwa keberhasilan pemerintah tidak hanya diukur dari program unggulan semata, tetapi juga dari kemampuannya menjaga stabilitas dan rasa aman di tengahmasyarakat.Di sisi lain, survei yang dilakukan oleh Lembaga Survei Indonesia juga memberikangambaran penting terkait persepsi publik terhadap sistem demokrasi di Indonesia. Sebanyak73,9 persen responden menilai bahwa sistem politik nasional masih berjalan dalam koridordemokrasi. Angka ini menjadi indikator bahwa legitimasi demokrasi tetap terjaga, meskipunberbagai kritik dan dinamika politik terus berkembang di ruang publik.Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia, Djayadi Hanan, menilai bahwa kekuatandemokrasi Indonesia masih bertumpu pada mekanisme pemilu yang berjalan serta kebebasanmasyarakat dalam menyampaikan pendapat. Hal ini menjadi fondasi penting dalam menjagastabilitas politik nasional, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah. Dalam konteks satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, keberhasilan menjaga stabilitaspolitik ini menjadi salah satu faktor yang mendukung tingginya tingkat kepuasan masyarakat.Peneliti Poltracking lainnya, Yoki Alvetro, menjelaskan bahwa survei ini dilakukan denganmetode multistage random sampling yang melibatkan 1.220 responden. Dengan margin of error sebesar kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, hasil survei inidinilai cukup representatif dalam menggambarkan opini publik secara nasional. Pengumpulandata dilakukan melalui wawancara tatap muka pada periode 2 hingga 8 Maret 2026, yang kemudian diverifikasi secara ketat untuk memastikan validitas data.Dalam prosesnya, Yoki Alvetro menegaskan bahwa seluruh data yang masuk telah melaluitahap verifikasi menyeluruh di pusat data, bahkan sebagian sampel juga dilakukanpengecekan ulang sebagai bagian dari kontrol kualitas. Hasilnya menunjukkan tidak adanyakesalahan signifikan, sehingga temuan survei ini dapat dijadikan rujukan dalam membacatren persepsi publik terhadap kinerja pemerintah saat ini.Jika dilihat secara lebih luas, capaian tingkat kepuasan publik ini juga tidak lepas dariberbagai langkah strategis yang telah dilakukan pemerintah selama setahun terakhir. Selainprogram Makan Bergizi Gratis, pemerintah juga mendorong percepatan pembangunaninfrastruktur, digitalisasi layanan publik, serta penguatan sektor UMKM sebagai tulangpunggung ekonomi nasional. Upaya ini secara perlahan membentuk persepsi positif di tengahmasyarakat bahwa pemerintah hadir dan bekerja untuk kepentingan rakyat. Oleh karena itu, mari kita sebagai bagian dari publik tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga turut aktifmengawal jalannya pemerintahan agar tetap berpihak pada kepentingan bersama dan mampumenjawab tantangan masa depan dengan lebih baik.*) Pengamat Politik dan Kebijakan Strategis Nasional
- Advertisement -

Baca berita yang ini