Datang ke Aceh Besar, BIN Gelar Vaksinasi untuk 1.850 Orang

Baca Juga

MATA INDONESIA, ACEH BESAR – Badan Intelijen Negara Daerah Aceh atau Binda Aceh melaksanakan vaksinasi massal di wilayah Aceh Besar. Sasaran serbuan vaksinasi ini diprioritas kepada masyarakat umum, para santri, pelajar dan pengajar. Untuk mempercepat kegiatan vaksinasi, Binda Aceh bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, Dinas Kesehatan Aceh Besar serta TNI dan Polri.

Kabinda Aceh Abduh Ras mengatakan bahwa kegiatan vaksinasi dosis II untuk santri dilakukan di Komplek Pesantren Istiqamatuddin Darul Mu’arrif.

“Kemudian dilaksanakan di Desa Lambaro Bileu Kecamatan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar dengan target total 1.500 orang,” ujarnya, Kamis 14 Oktober 2021.

Selain itu, BindaAceh juga menggelar vaksinasi dosis I di Desa Babah Jurong, Kecamatan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar dengan target 350 Orang.

Abduh juga mengungkapkan bahwa dirinya bangga melihat animo masyarakat yang cukup tinggi dalam melaksanakan vaksinasi. Menurutnya, hal tersebut membuktikan bahwa saat ini masyarakat mulai sadar dan memahami tentang manfaat vaksin dalam menangkal dampak yang ditimbulkan dari Covid-19.

Ia juga menjelaskan bahwa vaksin ini berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap paparan virus Covid-19, sama halnya seperti vaksin folio dan vaksin meningitis.

“Walaupun tubuh terpapar Covid-19, namun apabila sudah divaksin resiko kesehatan terhadap dampak dari virus tersebut bisa diminimalisir,” katanya.

Di samping itu, ia juga meyakinkan kepada seluruh elemen masyarakat bahwa vaksin itu aman, sehat dan halal. Untuk itu, ia menghimbau agar masyarakat jangan ragu lagi untuk menvaksin dirinya dan keluarga guna mencegah terjadinya penyebaran Covid-19.

“Ajaklah teman dan keluarga untuk segera melakukan vaksinasi dengan memberikan pemahaman dan edukasi kepada mereka bahwa vaksin itu aman, sehat, dan halal,” ujarnya.

Sehari sebelumnya pada 13 Oktober 2021, Binda Aceh sukses menggelar vaksinasi bagi kalangan santri dan pelajar di Pondok Pesantren Dayah Ulumul Quran Kota Langs dimana tervaksin sebanyak 330 orang.

Seminggu sebelumnya secara intensif “serbuan” vaksin di gelar di Kabupaten Aceh Barat dengan partisipasi masyarakat dari berbagai elemen sekitar 800 orang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Satelit Indonesia dan Jalan Panjang Menjaga Kedaulatan Informasi Nasional

Oleh: Abdul Nuhaiman*Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat kedaulataninformasi nasional melalui percepatan pembangunan infrastruktur satelit sebagaifondasi transformasi digital Indonesia. Langkah strategis tersebut tidak hanyamemastikan konektivitas menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), tetapi juga memperkuat ketahanan nasional di bidangkomunikasi, ekonomi digital, pendidikan, kesehatan, hingga pertahanan dan keamanan. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi global, penguatan kapasitassatelit nasional menjadi bukti bahwa pemerintah mempersiapkan Indonesia agar mampu berdiri sejajar dengan negara-negara maju sebagai bangsa yang mandiri, berdaulat, dan berdaya saing dalam mengelola ruang digital maupun ruang antariksa. Peluncuran satelit multifungsi SATRIA-1 menjadi salah satu langkah penting dalammemperluas akses internet, khususnya di wilayah terpencil, terluar, dan tertinggal. Satelit tersebut dirancang untuk melayani ribuan titik layanan publik seperti sekolah, puskesmas, kantor pemerintahan, hingga fasilitas pertahanan dan keamanan. Kehadiran satelit nasional bukan hanya mempersempit kesenjangan digital antarwilayah, tetapi juga memberikan kesempatan yang lebih merata bagi masyarakatdalam memperoleh layanan pendidikan, kesehatan, maupun ekonomi digital. Dengansemakin luasnya akses internet, peluang pengembangan usaha mikro, pembelajarandaring, dan pelayanan publik berbasis digital juga semakin meningkat.Di sisi lain, penguasaan satelit tidak cukup hanya dengan memiliki perangkat yang mengorbit di angkasa. Indonesia juga perlu membangun ekosistem industri antariksayang kuat, mulai dari pengembangan sumber daya manusia, riset teknologi, manufaktur komponen, hingga kemampuan mengoperasikan dan memelihara satelitsecara mandiri. Selama ini sebagian besar teknologi satelit masih melibatkan kerjasama dengan perusahaan luar negeri. Kerja sama tersebut memang penting sebagaibagian dari transfer teknologi, namun dalam jangka panjang Indonesia perlumeningkatkan kemampuan nasional agar tidak terus bergantung pada negara lain. Perguruan tinggi, lembaga penelitian, industri teknologi, dan pemerintah perlumemperkuat kolaborasi agar inovasi di bidang antariksa dapat berkembang secaraberkelanjutan.Selain aspek teknologi, tantangan lain yang tidak kalah penting adalah perlindunganterhadap data nasional. Perkembangan kecerdasan buatan, komputasi awan,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini