Dari Yogyakarta Untuk Kanjuruhan, Ini Harapan Aremania Yogyakarta

Baca Juga

MATA INDONESIA, YOGYAKARTA – Perwakilan suporter Arema FC, Aremania Yogyakarta, mendesak agar pihak kepolisian segera mengusut dan menginvestigasi tragedi Kanjuruhan, Malang.

Harapan itu disampaikan Rozi (20), perwakilan Aremania Yogyakarta saat menggelar Shalat Ghaib, Doa Bersama dan menyalakan lilin untuk para korban tragedi Kanjuruhan di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta pada Selasa (4/10/2022) malam.

“Rivalitas sehat harus dilakukan mulai sekarang! Ayo bersatu, ayo makin kreatif. Kami berharap, PSSI akan melakukan perubahan dalam laga Liga 1 Indonesia agar insiden ini tak terulang kembali.,”

Selain itu, Aremania meminta tragedi Kanjuruhan diusut tuntas dengan melakukan penyelidikan dari kepolisian maupun lembaga yang berwenang. Hal ini mengingat banyaknya korban meninggal dunia dalam tragedi itu mencapai ratusan orang, dan orang luka luka dan masih mendapatkan perawatan.

Diketahui, sekitar 5.000 orang elemen suporter Yogyakarta bersatu menggelar shalat ghaib dan doa bersama untuk para korban tragedi Kanjuruhan di Stadion Mandala Krida sejak pukul 19.30 WIB.

Meski para pecinta sepak bola ini memiliki klub kesayangan masing-masing, mereka kompak menggelar shalat ghaib dan doa bersama. Terlihat Aremania, Brajamusti Yogyakarta, Senopati Solo, Bobotoh Bandung, Bonek, dan masih banyak lagi nampak kompak menyanyikan yel-yel Arema.

Sekitar pukul 20.30 WIB mereka membakar Flare dan lilin disambut dengan bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Pusaka dengan khidmat.

Aparat Kepolisian bersama dengan petugas keamanan Stadion Mandala Krida tampak berjaga-jaga mengawal di barisan belakang.

Reporter: Abraar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hasil Sidang Sengketa Pilpres Ditolak MK, Bukti jadi Alasannya tapi Hakim Tak Terapkan Etika Hukum

Mata Indonesia, Yogyakarta - Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada sidang putusan sengketa hasil Pemilihan Umum (PHPU) Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden 2024, Senin (22/4/2024), menolak permohonan dari paslon nomor urut 01 dan 03. MK menyatakan bahwa permohonan Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud MD tak memiliki dasar hukum yang cukup.
- Advertisement -

Baca berita yang ini