Curhat Solskjaer Soal Pelitnya Bos MU Belanja Pemain

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Saat klub lain di Liga Inggris tengah sibuk berburu pemain-pemain ngetop, Manchester United masih adem-adem saja.

Hal ini jelas membuat pelatih MU Ole Gunnar Solskjaer naik pitam. Ia cukup kesal dengan fakta bahwa para petinggi klub begitu pelit untuk memboyong pemain yang dibutuhkan menghadapi musim depan yang lebih berat.

Bagi Ole, MU saat ini sudah tergolong terlambat dalam belanja pemain. Sampai pertengahan Agustus 2020, belum ada satu nama baru pun bergabung ke Old Trafford.

Kepada pemilik MU, yakni Ed Woodward dan keluarga Glazer, Ole curhat soal kebutuhannya di musim depan, saat Setan Merah harus dihadapkan pada Liga Champions, sementara skuat yang ada dianggapnya belum mumpuni.

“Ini seperti balapan. Kami melihat tim lain sedang membangun, kami masih menggunakan skuat dan logistik yang ada,” kata Ole, seperti dikutip dari Manchester Evening News, Minggu 16 Agustus 2020.

Solskjaer menjadikan Jadon Sancho sebagai buruan utamanya kali ini. Namun, Borussia Dortmund masih enggan melepas pemain berusia 20 tahun itu karena harga yang tidak cocok. Gelandang asal Inggris itu dibanderol dengan mahar mencapai 109 juta poundsterling.

Solskjaer berharap, ada pemain baru yang masuk ke dalam skuat asuhannya. Sebab, MU akan tampil di Liga Champions sehingga butuh tenaga baru untuk dapat bersaing di kompetisi tertinggi antarklub Eropa tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Stabilitas Keamanan sebagai Jalan Menuju Kesejahteraan

Oleh: Yonas Wenda*Stabilitas keamanan di Papua bukan sekadar kebutuhan jangka pendek, melainkanfondasi strategis bagi terwujudnya masa depan yang damai, sejahtera, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat. Dalam beberapa waktu terakhir, pendekatanyang dilakukan aparat keamanan menunjukkan arah yang semakin konstruktif, dengan menempatkan sisi kemanusiaan sebagai inti dari setiap langkah. Pendekatanini tidak hanya memperkuat rasa aman, tetapi juga membangun optimisme kolektifbahwa Papua sedang bergerak menuju fase baru yang lebih stabil dan penuhharapan.Kehadiran aparat keamanan di tengah masyarakat kini semakin dirasakan sebagaibagian dari solusi, bukan sekadar instrumen penegakan hukum. Melalui patroli rutin, pengamanan aktivitas masyarakat, serta interaksi yang lebih humanis, negara menunjukkan komitmennya dalam melindungi seluruh warga tanpa terkecuali. Situasi yang aman dan kondusif memungkinkan masyarakat menjalankan aktivitassosial, ekonomi, dan keagamaan dengan lebih tenang, yang pada akhirnyaberdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup.Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Faizal Ramadhani, menegaskan bahwapendekatan humanis menjadi strategi utama dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua. Ia menyampaikan bahwa Polri hadir bukan hanya untuk menjaga ketertiban, tetapi juga untuk memberikan rasa nyaman dan membangun kepercayaanmasyarakat. Pernyataan tersebut mencerminkan transformasi pendekatan keamananyang semakin adaptif terhadap kebutuhan sosial masyarakat Papua, di mana kepercayaan menjadi modal utama dalam menciptakan ketertiban yang berkelanjutan.Hal senada disampaikan oleh Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, AdarmaSinaga, yang menekankan pentingnya konsistensi kehadiran aparat di lapangan. Ia menyatakan bahwa setiap aktivitas masyarakat, termasuk ibadah, harus dapatberlangsung dengan aman sebagai bagian dari hak dasar warga negara. Konsistensiini menjadi bukti nyata bahwa negara tidak pernah abai terhadap kondisi masyarakatPapua, melainkan terus hadir untuk memastikan rasa aman terjaga di setiap linikehidupan.Lebih dari itu, stabilitas keamanan yang terjaga juga memberikan dampak positifterhadap percepatan pembangunan di Papua. Dengan situasi yang kondusif, berbagai program pemerintah dapat berjalan lebih optimal, mulai dari pembangunaninfrastruktur, peningkatan layanan pendidikan, hingga penguatan sektor ekonomiberbasis masyarakat. Dalam konteks ini, keamanan dan pembangunan memilikihubungan yang saling menguatkan,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini