Cuaca Ekstrem, Satu Keluarga Tewas Tersambar Petir

Baca Juga

MATA INDONESIA, PESHAWAR – Sedikitnya 14 orang dilaporkan meninggal dunia dan tiga lainnya luka-luka ketika petir menyambar dua rumah di barat laut Pakistan pada Minggu (12/9), demikian laporan pejabat setempat.

Insiden tersebut terjadi di Desa Torghar, daerah pegunungan di provinsi Khyber Pakhtunkhwa, di mana hujan lebat dan tanah longsor telah menyebabkan kekacauan sejak Rabu (8/9).

“Setidaknya 14 orang dari keluarga besar yang sama tewas setelah petir menyambar dua rumah yang berdekatan,” kata Kamran Bangash, juru bicara provinsi kepada AFP.

“Korban meninggal dunia termasuk lima anak-anak dan empat perempuan,” tambahnya, melansir Straits Times, Senin, 13 September 2021.

Dalam insiden serupa pada November 2019, sekitar 18 orang meninggal dunia akibat tersambar petir di gurun Thar Pakistan.

Medio Juli, 70 orang meninggal dunia dan luka-luka akibat sambaran petir di India dalam waktu 24 jam! Kondisi tersebut disebabkan oleh cuaca ekstrem dan hujan lebat yang melanda India.

Mengutip Xinhua, peristiwa horor itu terjadi di tiga negara bagian India, yakni di Uttar Pradesh, Rajasthan, dan Madhya Pradesh. Korban tewas di Uttar Pradesh bertambah menjadi 42 orang, sementara tujuh korban tewas lainnya berada di Madhya Pradesh, dan sedikitnya 20 orang menjadi korban jiwa di Rajasthan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini