Cita-cita Firmino di Timnas Brasil, Ingin Jadi Legenda

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Roberto Firmino membawa misi pribadinya yang besar dalam kontribusinya di timnas Brasil sebagai salah satu penyerang.

Ia tak ingin karirnya biasa-biasa saja jika berurusan soal membela negara. Firmino berambisi untuk menjadi sosok yang sejajar dengan para penyerang legendaris Brasil, seperti Romario atau Ronaldo.

Ya, nyaris 10 tahun belakangan ini, sejak Ronaldo pensiun pada 2011, Brasil kesulitan mencari ujung tombak yang ganas dan mematikan. Nama-nama seperti Fred, Luis Fabiano, atau Alexandre Patot dipastikan gagal untuk mengisi kekosongan tersebut.

Firmino jelas punya kans besar untuk meraih apa yang ia inginkan. Sejauh ini, sejak 2014, dirinya sudah tampil bersama tim senior Brasil sebanyak 45 kali dengan torehan 15 gol.

Firmino mencetak dua gol terbarunya saat tim Samba asuhan pelatih Tite itu memulai kualifikasi Piala Dunia 2022 dengan kemenangan 5-0 atas Bolivia pada Sabtu pekan lalu.

“Saya suka bermain di posisi ini, saya ingin menjadi pemain yang dapat diandalkan Brasil di posisi ini,” ujar pemain berusia 29 tahun itu kepada FIFA.com yang dikutip Goal pada Selasa 13 Oktober 2020.

“Saya menikmati terlibat dalam permainan, menciptakan gol. Saya ingin terus bekerja keras dan membantu Selecao mencapai Piala Dunia,” kata Firmino.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Tuai Apresiasi atas Penerapan WFA saat Arus Balik

Oleh : Donny Muflih )*Penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) oleh pemerintah selama periodearus mudik dan arus balik Lebaran 2026 menuai apresiasi luas dari berbagaikalangan, khususnya pekerja sektor swasta dan aparatur sipil negara, karena dinilaimampu mengurai kepadatan mobilitas sekaligus menjaga produktivitas kerja tanpamengorbankan pelayanan publik.Langkah pemerintah yang menetapkan kebijakan WFA pada 16-17 Maret serta 25-27 Maret 2026 dipandang sebagai strategi adaptif dalam menghadapi lonjakanmobilitas tahunan saat Lebaran. Kebijakan ini tidak hanya menyasar aparatur sipilnegara, tetapi juga mendorong sektor swasta untuk mengadopsi pola kerja serupa. Dengan demikian, distribusi arus perjalanan masyarakat menjadi lebih merata dan tidak terpusat pada satu waktu tertentu, yang selama ini menjadi penyebab utamakemacetan panjang di berbagai jalur transportasi.Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwakebijakan fleksibilitas kerja ini dirancang untuk mengoptimalkan mobilitasmasyarakat tanpa mengganggu produktivitas nasional. Dalam pandangannya, keseimbangan antara kepentingan pekerja dan stabilitas ekonomi menjadi kunciutama keberhasilan kebijakan ini. Pemerintah berupaya memastikan bahwa layananpublik tetap berjalan optimal, sementara masyarakat tetap memiliki kesempatanuntuk menjalankan tradisi mudik dengan lebih nyaman.Respons positif juga datang dari kalangan pekerja swasta yang merasakan langsungmanfaat kebijakan tersebut. Reinha Delima melihat kebijakan WFA sebagai solusiyang saling menguntungkan antara perusahaan dan pekerja. Ia menilai bahwafleksibilitas bekerja dari mana saja memungkinkan karyawan untuk berangkat mudik lebih awal tanpa harus mengorbankan tanggung jawab pekerjaan. Dalam praktiknya, Reinha tetap menjaga disiplin kerja, memastikan seluruh tugas terselesaikan tepatwaktu, serta menyiapkan ruang kerja yang kondusif meskipun berada di luar kantor.Dari sisi kebijakan publik, penerapan WFA menjadi bagian dari strategi pemerintahuntuk mengurangi beban infrastruktur transportasi selama periode puncak Lebaran. Dengan berkurangnya jumlah pekerja yang harus hadir secara fisik di kantor, potensikepadatan di jalan raya, stasiun, dan terminal dapat ditekan. Hal ini tidak hanyaberdampak pada kelancaran perjalanan, tetapi juga meningkatkan aspekkeselamatan bagi para pemudik.Lebih jauh, kebijakan ini menunjukkan bahwa pemerintah mulai mengadopsipendekatan kerja modern yang lebih fleksibel dan berbasis teknologi. Transformasiini sejalan dengan perkembangan digitalisasi yang memungkinkan pekerjaandilakukan dari berbagai lokasi tanpa mengurangi kualitas hasil kerja....
- Advertisement -

Baca berita yang ini