Cina Pamerkan Vaksin Covid19, WHO Langsung Merapat

Baca Juga

MATA INDONESIA, JENEWA – Setelah Cina memamerkan vaksin buatannya kepada publik, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) langsung mengaku sedang merapat dan berkoordinasi dengan otoritas regulator yang berkaitan dengan vaksin di Cina. WHO langsung mengajukan syarat untuk persetujuan internasional vaksin.

Seperti dilansir Reuters, Asisten Direktur Jenderal WHO Mariangela Simao dalam konferensi persnya di Jenewa mengaku sudah melakukan koordinasi untuk itu.

Kepala eksekutif Sinovac Biotech Ltd pada Minggu mengatakan sudah menyuntikkan vaksin tersebut kepada 90 persen pekerja

sekitar 90 persen pekerja perusahaan China tersebut beserta keluarga mereka telah disuntikkan vaksin eksperimental tersebut.

Seperti dilansir Reuters, Cina adalah salah satu negara terdepan dalam mengikhtiarkan vaksin virus corona penyebab Covid19.

Negara lain yang juga berupaya menemukan vaksin tersebut adalah Rusia, Amerika Serikat, Inggris, Jerman dan Indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sidak Ramadan sebagai Instrumen Stabilitas Pasar

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Setiap memasuki bulan suci Ramadan dan menjelang Idulfitri, pemerintahmemastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan nasional tetap terjaga melaluilangkah pengawasan yang aktif dan terukur. Peningkatan aktivitas konsumsimasyarakat dipandang sebagai momentum positif yang mencerminkan perputaranekonomi yang dinamis. Dalam kerangka tersebut, inspeksi mendadak (sidak) menjadi instrumen strategis untuk memperkuat tata kelola pangan, memastikandistribusi berjalan lancar, serta menjaga keterjangkauan harga bahan pokok. Kehadiran langsung pemerintah di lapangan menegaskan komitmen kuat dalammelindungi kepentingan masyarakat, memperkuat transparansi rantai pasok, sertamembangun kepercayaan publik terhadap sistem pangan nasional yang tangguhdan responsif. Langkah tersebut terlihat nyata ketika Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Sarwo Edhy, turun langsung melakukan pemantauan di Pasar Jonggol, yang selama ini dikenal sebagai pasar penyangga bagi wilayah Bogor, Bekasi, hingga Jakarta. Kehadiran pejabat tinggi di titik distribusi akhir menunjukkan bahwapemerintah mengedepankan pengawasan berbasis kondisi riil lapangan. SarwoEdhy menegaskan bahwa selama Ramadan pemerintah tidak boleh lengah dan harus memastikan harga tetap terkendali serta distribusi berjalan lancar. Jika ditemukan ketidaksesuaian, langkah pembenahan akan segera dilakukan di lokasi. Hasil pemantauan memperlihatkan mayoritas komoditas pangan strategis beradadalam kondisi relatif stabil. Harga beras medium lokal berada di kisaran Rp13.000 per kilogram dan beras premium Rp14.500 per...
- Advertisement -

Baca berita yang ini