Catat! Pemerintah Nggak Beda-bedakan, Apresiasi Atlet Paralimpiade dan Olimpiade Sama

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Indonesia mendapat sembilan medali di ajang Paralimpiade 2020 di Tokyo. Pemerintah menjamin takkan membeda-bedakan dengan atlet Olimpiade.

Tim Paralimpiade Indonesia meraih dua emas, tiga perak, dan empat perunggu. Tim Merah Putih duduk di peringkat 43.

Menpora Amali menilai, para atlet sudah berjuang dengan keras. Mental mereka sudah terbentuk selama menjalani pemusatan latihan yang panjang di Solo, Jawa Tengah. Kekompakan juga sudah terbangun diantara para atlet.

“Pemerintah ingin menyampaikan capaian ini didapat karena kita menempatkan atlet Paralimpiade kita sama dengan atlet Olimpiade. Tidak ada perbedaan, itu kuncinya,” ujarnya, di laman resmi Kemenpora.

Terkait apresiasi, Menpora Amali menegaskan pemerintah tidak akan membedakan dengan atlet Olimpiade. Menpora Amali memastikan apresiasi akan diberikan kepada kontingen Indonesia yang berjuang di Paralimpiade Tokyo.

“Pemerintah tidak membedakan. Mereka akan mendapatkan apresiasi dan perhatian yang sama. Bapak Presiden Joko Widodo nanti yang akan mengumumkan langsung. Setelah karantina, mereka rencananya akan diterima di Istana,” katanya.

Jika berkaca pada atlet Olimpiade, peraih medali emas mendapatkan bonus 5,5 miliar Rupiah, perak mendapat 2,5 miliar Rupiah, dan perunggu mendapatkan 1,5 miliar Rupiah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini